Heritage  Sejarah di Donggala Terancam

0
223

DONGGALA – Sebagai penanda kota tua, situs-situs yang memiliki nilai sejarah adalah haritage  (warisan) yang harus tetap di jaga karena berfungsi penting dalam membangun peradaban modren. Bila haritage-haritage itu tidak segera di selamatkan, besar kemungkinan situs bersejarah itu akan hilang tergusur oleh pesatnya pembangunan sebuah kota.

Zulkifly Paggesa, praktisi seni dan arsitektur Donggala dihubungi mengatakan, situs-situs bersejarah yang bertebaran di kota Donggala saat harus segera di selamatkan.

Dia mendesak pemerintah daerah Donggala untuk mengambil langkah kongkrit guna menyelamatan situs-situs bersejarah di kota tua itu.

“Beberapa tahun kedepan, kota Donggala akan kehilangan identitas bila pemerintah daerah membiarkan situs-situs budaya bernilai sejarah itu terutama peninggalan kolonial terbengkali dan tidak terurus,” katanya belum lama ini.

Seniman kota Donggala, Johar Azahar Malik juga menyatakan keprihatinan terlantarnya situs-situs sejarah kota tua itu. Menurutnya, kalau pemerintah daerah tidak secepatnya melakukan penyelamatan, situs-situs budaya dan sejarah itu lambat laun akan punah.

“Selama ini masih sebatas identifikasi dan pendataan, tapi belum dalam bentuk pengelolaan sebagai destinasi budaya. Padahal situs-situs itu bisa menjadi bagian dalam agenda kunjungan wisata,” ucapnya.

Dia menuturkan, Donggala sebagai kota tua mememiliki keistimewaan tersendiri dibanding kota-kota lainnya di Sulawesi Tengah, sehingga sangat disayangkan bila tidak secepatnya dilakukan penyelamatan yang diikat dengan regulasi.

Sementara, ketua Dewan Kesenian Donggala (DKD) Tanwir Pettalolo mempertanyakan komitmen pemerintah daerah Kabupaten  Donggala terkait  penyelematan situs-situs sejarah dan budaya di kota Donggala. Sebab menurutnya, sampai saat ini belum ada satu pun situs sejarah dan budaya yang betul-betul terkelola dengan baik yang  dibarengi dengan regulasi mengatur perlindungan untuk dikelola sebagai destinasi wisata budaya.

Pelukis lulusan IKJ itu mengatakan, ketika pemerintah daerah sudah mencanangkan program Donggala sebagai kota wisata dan budaya, maka harus dibarengi dengan tindakan realitas dalam bentuk pengelolaan situs-situs benda cagar budaya. Di antaranya berupa revitalisasi bangunan-bangunan tua yang bernilai sejarah yang menjadi saksi bisu akan perkembangan Donggala dari zaman kolonial hingga kemerdekaan hingga masa kini.

“Kenyataannya hingga saat ini, situs-situs sejarah yang ada di kota Donggala mulai hancur tak terpeliharan. Salah satunya bekas gudang kopra (PKKD) yang kini dalam penguasaan orang perorang. Kini sudah saatnya ada kejelasan dan keseriusan pemerintah untuk mengambil alih situs itu sebagai cagar budaya seiring akan di canangkanya Donggala sebagai kotawisata,” tutupnya. (afd/J.Rizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here