Tiga Pemenang Penghargaan Pendidikan Dunia Diumumkan

NEW YORK – Jajaran pemenang ajang penghargaan 2016 Harold W. McGraw, Jr. Prize in Education, yang didedikasikan untuk memberikan apresiasi atas inovasi dan telah menjadi salah satu penghargaan pendidikan paling bergengsi di dunia sejak 1988, diumumkan Kmais (3/3/2016) waktu setempat.

Penghargaan ini dipersembahkan kepada para individu yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk meningkatkan pendidikan melalui berbagai pendekatan dan yang telah menciptakan perbedaan di sektor pendidikan. Para pemenang masing-masing akan mendapatkan penghargaan senilai USD 50.000 dan pahatan perunggu.

Para pemenang itu adalah Anant Agarwal, CEO edX dan Dosen MIT, akan meraih penghargaan U.S. Higher Education sebagai pemimpin monumental di dalam pengembangan gerakan Massive Open Online Course (MOOC), yang telah membantu wujudkan akses pendidikan bagi jutaan pelajar di seluruh dunia.

Alberto M. Carvalho, Pimpinan sekolah distrik Miami-Dade, akan mendapatkan penghargaan U.S. K-12 atas ketauladananya di dalam meningkatkan standar dan tingkat kelulusan di kawasan distrik, yang menjadi contoh bagi banyak pihak di sektor pendidikan.

Sakena Yacoobi, CEO Afghan Institute of Learning, akan mendapatkan penghargaan International Education atas pengaruh tranformatif yang dia tularkan kepada masyarakat di Afghanistan, khususnya kaum perempuan dan wanita, dan atas cara dia menginspirasikan orang lain.

“Ketiga pemenang ini adalah para pemimpin di dunia pendidikan yang akan menginspirasi pengajar dan peserta didik generasi selanjutnya di seluruh dunia,” ujar mantan chairman dan CEO The McGraw-Hill Companies, Harold (Terry) McGraw III. “Merupakan kebanggaan bagi kami untuk mengundang mereka bergabung ke dalam jajaran pemenang McGraw Prize in Education lainnya.”

“Anant, Alberto, dan Sakena telah merubah hidup jutaan siswa,” ujar president dan CEO McGraw-Hill Education, David Levin. “Segala pencapaian dan inovasi mereka harus diapresiasikan dan ditularkan kepada orang lain yang juga bekerja untuk ciptakan perbedaan di seluruh dunia.”

“Merupakan kebanggaan bagi ASU untuk menjadi bagian dari kemitraan yang memberikan apresiasi terhadap para inovator di bidang pendidikan,” ujar president Arizona State University (ASU), Dr. Michael Crow. “Mulai dari meningkatkan akses terhadap pendidikan hingga mengintegrasikan teknologi di dalam ruang kelas, para pemenang di tahun ini berhasil mengatasi berbagai tantangan terbesar yang dihadapi para pengajar di seluruh dunia. Mereka bertiga memberikan contoh kesuksesan yang dapat kita pelajari.”

Penghargaan ini telah memperoleh sejumlah perubahan sebagai bagian dari kemitraan baru antara McGraw-Hill Education dan ASU. Tahun ini, untuk pertama kalinya, masyarakat berkesempatan untuk mengajukan nominasi hanya dengan mengunjungi McGrawPrize.com. Hasilnya, lebih dari 200 nominasi dari masyarakat masuk dan dikaji bersama dengan sejumlah nominasi dari komite seleksi penghargaan ini.

Jajaran pemenang dipilih oleh Terry McGraw, David Levin, dan Michael Crow dari tiga finalis pada masing-masing kategori yang dipilih oleh tim juri yang kredibel, yang terdiri dari para pemenang McGraw Hills terdahulu.

Berikut adalah informasi tentang ketiga pemenang tahun ini:

Anant Agarwal, CEO of edX dan dosen MIT, adalah seorang pendidik yang visioner. Sebagai otak dibelakang pengembangan gerakan MOOC (Massive Open Online Course), kerja kerasnya telah memungkinkan jutaan siswa di seluruh dunia untuk mengakses pendidikan yang berkualitas. Dia berkomitmen untuk wujudkan pengajaran yang demokratis. Melalui belasan kemtiraan, edX, yang dipimpin oleh Agarwal, telah secara signifikan meningkatkan akses pendidikan di seluruh dunia. Anda dapat melihat TED talk Agarwal disini atau mengetahui informasi lebih lanjut tentang edX di http://www.edx.org/.

Alberto M. Carvalho dinobatkan sebagai Pengawas Nasional Terbaik di AS tahun 2014. Pada 2008, dia mengambil alih sekolah distrik terbesar keempat di AS. Keberhasilan Carvalho dalam memimpin distrik ini kerap disebut sebagai “The Miami Mircale” – memperkecil kesenjangan pencapaian, sehingga secara signifikan meningkatkan tingkat kelulusan dan mengembalikan kondisi finansial distrik ini ke status sehat. Miami-Dade kini menyediakan sejumlah program pendidikan kepada 355.000 siswanya tiap tahun, yang di dalamnya termasuk buah pemikiran Carvalho, iPrepAcademy, untuk menjamin kalau “… Carvalho tak hanya mendedikasikan hidupnya untuk menjamin kesuksesan para siswanya di ruang kelas, tapi juga mencari solusi untuk menekan angka kekerasan yang telah banyak memakan korban di Miami-Dade. Tiba di AS pada usia 17 tahun tanpa bisa berbicara bahasa Inggris, Carvalho adalah orang pertama di keluarganya yang berhasil lulus SMA. Anda dapat melihat pidato Carvalho di Gedung Putih disini.

Sakena Yacoobi adalah CEO Afghan Institute of Learning (AIL), yang didirikannya pada 1995 sebagai respon terhadap minimnya fasilitas pendidikan dan kesehatan di Afghanistan pasca puluhan tahun perang dan konflik sosial melanda negeri ini. Sejak didirikan, AIL telah memberikan kontribusi nyata, baik secara langsung maupun tak langsung, terhadap lebih dari 12 juta orang . Dia juga merupakan co-founder dan Vice President Creating Hope International (CHI) dan telah mendirikan beberapa instansi swasta di Afghanistan: empat sekolah, sebuah rumah sakit, dan sebuah stasiun radio. Anda dapat melihat TED talk Yacoobi disini.

Tentang McGraw-Hill Education

McGraw-Hill Education adalah perusahaan sains yang menyediakan pengalaman pembelajarankhusus yang membantu para siswa, orang tua, pengajar, dan profesional meningkatkan hasil akhir di dalam pendidikan mereka. Kantor McGraw-Hill Education tersebar di Amerika Utara, India, Tiongkok, Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Selatan, dan berbagai solusi pendidikannya tersedia dalam hampir 60 bahasa. Kunjungi kami di mheducation.com atau temukan kami di Facebook atau Twitter.

Tentang Arizona State University

Arizona State University telah mengembangkan model pengajaran baru untuk American Research university, sehingga membantu menciptakan institusi yang berkomitmen wujudkan keunggulan, akses, dan dampak. ASU dibentuk oleh segala pihak yang terlibat di dalamnya, tidak oleh mereka yang tidak terlibat. ASU mengembangkan berbagai penelitian yang berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat, dan ASU turut bertanggunjawab terhadap perekonomian, sosial, dan kebudayaan masyarakat. Dibawah arahan Michael Crow, president ASU, ASU telah berkembang menjadi salah satu institusi pendidikan global paling progresif di dunia. Pelajari lebih lanjut tentang universitas riset bertaraf dunia ini. (PR Newswire)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here