Terduga Teroris yang Tewas di Poso Bernama Dodo

Ilustrasi - Sejumlah personil Brigade Mobil (Brimob) bersenjata lengkap bersiaga di atas truk pasukan menuju beberapa titik lokasi dalam Operasi Camar Maleo 2 di Poso, Sulawesi Tengah,  Sabtu (16/5/2015). beritapalu.com/BAIM LATAMA/ZAINUDDIN MN
Ilustrasi – Sejumlah personil Brigade Mobil (Brimob) bersenjata lengkap bersiaga di atas truk pasukan menuju beberapa titik lokasi dalam Operasi Camar Maleo 2 di Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu (16/5/2015). beritapalu.com/BAIM LATAMA/ZAINUDDIN MN

POSO – Jenazah teroris anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang tewas dalam baku tembak dengan pasukan gabungan Operasi Tinombala di Desa Torire, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (28/2/2016) lalu di pastikan bernama Dodo alias Pando. Meski demikian, kepolisian masih menunggu kehadiran pihak keluarga untuk mencocokan sampel DNA-nya.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah, Brigjen Pol. Idham Azis membenarkan kalau korban yang tewas dalam kontak  tersebut adalah Dodo alias Pando. Data intelejen, Dodo telah bergabung dengan Santoso sejak awal tahun 2012 silam. Dia juga  termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) teroris Poso.

Menurut Idham Azis, Dodo alias Pando berasal dari Jawa. Ia adalah orang yang kepercayaan Santoso   untuk mempublikasi setiap aktivitas kelompok MIT kepada pihak luar melalui internet. Dari informasi yang diperoleh, Dodo merupakan calon menantu Santoso. Ia akan dinikahkan dengan Wardah, putri tertua Santoso yang kini sedang nyantri di pondok pesantren, Ngruki, Jawa Tengah.

Sementara itu dari Poso dilaporkan, baku tembak antara pasukan gabungan Operasi Tinombala dan kelompok MIT pimpinan Santoso alias Abu wardah masih berlangsung hingga hari ini di wilayah kecamatan Lore Tengah, Poso.

Selain baku tembak, operasi penyisiran juga terus dilakukan. Banyak barang bukti baru yang ditemukan di lokasi, seperti pakaian perempuan, pakaian dalam dan pembalut di kamp yang baru ditemukan di desa Torire itu.

Sebelumnya, pasukan gabungan yang sedang menggelar Operasi Tinombala terlibat baku tembak dengan kelompok Santoso, Jumlahnya sekitar 21 sampai 31 orang anggota kelompok teroris di Desa Torire, Kecamatan Lore Tengah, Poso. Satu orang tewas dalam baku tembak itu, yang teridentifikasi bernama Dodo alias Pando.

Saat ini jenazah Dodo masih berada di ruang instalasi forensik rumah sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah. Pihak kepolisian masih menunggu proses pemeriksaan post mortem dan ante mortem. Selanjutnya akan dilakukan tes DNA apabila ada keluarga yang dapat dijadikan sample untuk menjadi pembanding. (wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here