Baku Tembak di Poso, Satu Anggota TNI Terluka

0
164
Ilustrasi prajurit TNI saat Operasi Camar Maleo 2015 lalu. (Foto: beritpalu.com/OlaGondronk)
Ilustrasi prajurit TNI saat Operasi Camar Maleo 2015 lalu. (Foto: beritpalu.com/OlaGondronk)

PALU – Baku tembak yang terjadi antara kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah dengan aparat gabungan di Desa Torire, Kecamatan Lore Tengah, Poso pada Selasa (1/3/2016) mengakibatkan salah seorang prajurit TNI terluka.

Prajurit yang terluka itu dikonfirmasi bernama Prajurit Satu Rizky yang terkena di jari manis dan telapak tangan kanan. Pratu Rizky kini sedang dirawat di Rumah Sakit Wirabuana Palu setelah dievakuasi dari Poso.

Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto yang dikonfirmasi membenarkan adanya seorang anggota pasukan Operasi Tinombala yang tertembak dan kini sedang dirawat. “Iya beliau sekarang sedang menjalani perawatan,” katanya Rabu (2/3/2016) pagi.

Sementara itu, Kepala Penerangan Korem 132/Tadulako, Sulawesi Tengah, Mayor Faqih yang dihbungi terpisah mengaku tidak berwenang memberi keterangan terkait Operasi Tinombala.

Meski demikian, ia mengatakan seluruh perwira yang bertanggungjawab dalam Operasi Tinombala, saat ini sedang berada di wilayah Napu untuk memimpin langsung operasi penyerbuan terhadap kelompok teroris yang telah terkepung itu.

Informasi yang berhasil dikumpulkan, Pratu Rezky tertembak saat bersama kesatuannya dari Naggala 1 berjumlah lima orang melakukan penyerbuan terhadap sekitar 30 orang anggota kelompok Santoso. Karena jumlah yang tidak seimbang itulah, sehingga Pratu Rezky terkena tembakan.

Usai baku tembak, pasukan berhasil menemukan sejumlah barang bukti baru, antara lain satu karung beras, satu jeriken ukuran lima liter berisi beras, dua buah bom lontong yang terbuat dari pipa paralon, 32 butir peluru aktif kaliber 45 milimeter, dua buah rompi chesrik, satu pasang pakaian loreng camo, dan korek api zipo.  (wan/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here