MUI Palu Ajak Umat Kristen Tangkal Radikalisme

0
237
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag . (Foto: Antara)
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag . (Foto: Antara)

PALU – Umat Kristen Protestan dan Khatolik di Kota Palu diajak untuk terlibat aktif dalam upaya menangkal berkembangnya gerakan radikal yang dibangun oleh pihak-pihak tertentu. Ajakan itu disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag saat member materi tentang gerakan radikalisme di Palu, Kamis (25/2/2016) malam.

“Perlu ada kesepahaman yang dibangun bersama pemeluk Agama Kristen dalam hal tersebut,” kata Zainal pada materi yang disampaikan di hadapan sejumlah penganut Agama Kristen. Kegiatan itu diselenggarakan oleh Bidang Binmas Kristen Kanwil Kemenag Sulteng.

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu itu menyebut menangkal gerakan radikal tidak dapat dilakukan secara sepihak, atau hanya dilakukan oleh segelintir orang.Keterlibatan tokoh Agama Kristen terpenting untuk membangun toleransi antar umat beragam yang berkualitas.

“Kita sangat berharap kepada saudara kita yang menganut Agama Kristen, untuk turut serta membasmi gerakan radikal dan aliran sesat, bahkan membangun komunikasi yang intens dalam menjaga toleransi antar sesama pemeluk agama,” ujarnya.

Dia mengatakan para tokoh Agama Kristen Protestan dan Kristen Khatolik, dapat melakukan pencerahan tentang keagamaan diinternalnya untuk membangun pemahaman tentang nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan, yang berdampak pada terwujudnya keharmonisan sesama pemeluk agama.

Bahkan menurutnya, itu dapat dilakukan oleh tokoh agama tersebut dengan melibatkan remaja atau pemuda pemudi yang diinternal agama tersebut.

Menurutnya faham yang dianut oleh kelompok gerakan radikal sangat berbahaya dan dapat mempengaruhi masyarakat serta remaja, lewat doktrin-doktrin keagamaan yang ditanamkan mereka. Penganut faham itu lanjutnya,tidak memandang latar belakang agama, sosial, dan ekonomi serta budaya yang dianut oleh masyarakat.

“Inilah yang kemudian menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama, untuk menjaga dan membina umat agar tidak mengikuti faham radikal dan aliran sesat,” terangnya. (mat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here