Program Dobel Gelar Jadi Primadona di UMI Makassar

Dekan Fakultas Sastera, Komunikasi dan ABA UMI Makassar, Dra Hj Muli Umiaty Noer, M. Hum. (foto: Yahya Mustafa)
Dekan Fakultas Sastera, Komunikasi dan ABA UMI Makassar, Dra Hj Muli Umiaty Noer, M. Hum. (foto: Yahya Mustafa)

MAKASSAR – Akademi Bahasa Asing ini sudah  tiga tahun terakhir ini peminatnya cukup meningkat, karena ada program dobel gelar. Program ini  salah satu primadona kampus  cukup banyak diminati.

“Mahasiswa UMI dari prodi lain yang sedang lanjut studi, bisa juga ikut program D3 Bahasa Inggeris. Program itu membantu mahasiswa untuk lebih terampil dan menguasai bahasa Inggeris,” kata Dekan Fakultas Sastera, Komunikasi dan ABA UMI Makassar, Dra Hj Muli Umiaty Noer, M. Hum, ditemui di kampusnya, Sabtu (4/2/2015).

Penguasaan bahasa asing itu minimal akan menjadi modal utama ketika bersaing di pasar kerja dengan tingkat persaingan cukup tinggi apalagi memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean.

“Program dobel gelar itu, tidak  ada masalah karena dosen cukup banyak.  Mahasiswa mau lanjut ini bisa kuliah di induk tergantung waktunya. Dan soal pembayaran pihak  pengelola dapat memberikan keringanan pembayaran uang kuliah,”tandasnya. Jumlah mahasiswa ABA UMI ini  dalam empat tahun terakhir ini sudah mencapai 400 orang, dan sudah tiga kali menggelar wisuda dengan mengantongi dua gelar sekaligus, tandasnya.

Prodi S1 Sastera Inggeris dan S1 Ilmu Komunikasi menjadi  ikon di kampus dan setiap tahun peminat cukup besar isbanding dengan prodi lainnya, yakni S1  Bahasa Indonesia dan S1 Bahasa Arab, tegasnya.

Dijelaskan, civitas akademika kembali merintis program  S2 Bahasa, dengan konsentrasi dua jurusan yakni S2 Bahasa Inggris dan S2 Kependidikan. “Jika ini bisa direalisasikan dalam waktu dekat ini, maka UMI sudah mengelola 11 program studi magister (S2),”tandas magister humaniora PPs-UNHAS ini.

Menyinggung  program studi Bahasa Arab,  prasarananya sudah cukup memadai.  Ada batuan laboratorium bahasa  dari Pemerintah Saudi Arabia.  Alumninya kebanyakan sudah mandiri, ada juga melanjutkan studi ke luar negeri seperti ke Iran, Philipina, Korea, Kairo dan beberapa negara Islam lainnya.

Salah satu strategi  mempromosikan jurusan Sastra Arab ini ke masyarakat adalah melalui sosialisasi ke SLTA dan pesantren. Jumlah mahasiswa  di pangkalan data sekitar 200 orang. Alumninya banyak yang sudah menjadi dosen di luar negeri seperti Sudan di Madina, Saudi, serta Kairo. Sekarang ini ada kerjasama dengan Mesir untuk bersama saling mempelajari sastra dan budaya kedua negara.

Muli Umiaty  memasuki tahun kedua untuk periode kedua menjadi dekan fakultas sastra UMI. Dia termasuk  DPK di UMI diangkat sejak 1986, berarti sudah kurang lebih 30 tahun mengabdi mencerdaskan anak bangsa.

Jabatan sruktural  pernah dilalui sebelum diangkat jadi dekan, yakni mantan ketua jurusan Bahasa Inggris dan Wakil Dekan II Fakultas Sastra, lalu kemudian menjadi dekan sampai saat ini.

Alumni S1 dan S2 Sastra Inggris Unhas ini, lebih jauh menyampaikan kisah masa lalunya, sebelum menjadi dosen, bahwa dia pernah mendaftar di Kementerian Luar Negeri ketika baru lulus S1 di Unhas, dan sempat diterima. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here