Kapolres: Kami Tak Pernah Berkompromi dengan Begal

Dialog interaktif Kapolres dan Walikota Palu di RRI, Kamis (4//2016). (Foto: Humas Polres Palu)
Dialog interaktif Kapolres dan Walikota Palu di RRI, Kamis (4//2016). (Foto: Humas Polres Palu)

PALU – Kapolres Palu, AKBP Basya Radyananda menegaskan, pihaknya tidak pernah berkompromi dengan yang namanya kejahatan termasuk begal. Hal itu ditegaskannya saat melakukan dialog interaktif bersama Walikota Palu di Studio RRI Palu, Kamis (4/2/2016).

Saat dialog itu, sejumlah warga melalui telepon menanyakan komitmen Kepolisian dalam memberantas begal yang belakangan ini semakin marak terjadi di Kota Palu.

“Polres Palu tidak pernah berkompromi dengan yang namanya kejahatan termasuk begal atau dalam terminologi kepolisian adalah pencurian dengan kekerasan (curas), walaupun pelakunya masih tergolong anak-anak dan belum cukup umur, tetap kita akan lakukan tindakan hukum, kita tidak menghukum orangnya tetapi kita menghukum perbuatan yang telah dilakukan hingga menyebabkan masyarakat menjadi resah,” jawab Kapolres.

Ia meyakinkan bahwa pihaknya sudah terus melakukan penyelidikan terhadap pelaku-pelaku begal yang ada di Kota Palu.

Selain pertanyaan begal itu, sejumlah warga juga bertanya tentang konfilk sosial di Palu. Dikatakan, yang terjadi di Kota Palu ini bila dikaitkan dengan UU Penanggulangan Konflik Sosial, maka belum dapat di katakan sebagai konflik sosial, terbukti bahwa pemerintahan dan perekonomian serta sendi-sendi kehidupan masyarakat tidak lumpuh, atau tidak terjadi disintegrasi sosial.

“Yang terjadi di Palu ini adalah Permasalahan Premanisme,” tegasnya.

Dijelaskan, ada beberapa tahapan mengenai premanisme yakni, premanisme yang mengganggu kamtibmas  seperti mengonsumsi miras, membawa busur dan melakukan balapan liar. Ada juga  premanisme yang menguasai suatu objek dan premanisme yang memimpin operasional dan membiayai preman lainnya.

Menurutnya, tindakan premanisme di Kota Palu baru terjadi pada tahap I yaitu premanisme yang mengganggu kamtibmas. Gangguan kamtibmas tersebut sebagian besar pelakunya adalah anak dibawah umur.

Polres Palu katanya telah melakukan upaya sejak tahun 2015 hingga saat ini yaitu dengan melakukan kegiatan preemtif, preventif, serta penegakan hukum. Termasuk patroli hunting, apabila dalam kegiatan tersebut ditemukan masih ada  kumpul-kumpul pemuda sampai tengah malam dan ditemukan adanya indikasi mengonsumsi  minuman keras maka tindakan tegas yang diambil oleh Polres Palu adalah mengamankan  anak muda tersebut dan dilakukan proses lebih lanjut.  (afd)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here