Jelang Musda DKS, Sanggar Seni di Sigi “Resah”

Ilustrasi salah satu pertunjukan seni di Kabupaten Sigi beberapa waktu lalu. (Foto: beritapalu.com)

SIGI – Sejumlah pelaku seni yang tergabung di beberapa sanggar seni di Kabupaten Sigi mengaku resah. Pasalnya, wadah yang menaungi mereka, yakni Dewan Kesenian Sigi (DKS) yang akan bermusyawarah daerah pada Sabtu (30/1/2016) malam tidak memberikan hak suara kepada mereka yang akan memilih kepengurusan baru.

“Kita sudah mendapat bocoran bahwa Steering Committee yang ditunjuk pada Musda itu telah merancang bahwa pada pemilihan pengurus baru nanti, kami yang ada di sanggar seni tidak diberi hak suara,” kata salah seorang pengurus sanggar seni di Sigi kepada beritapalu.com, Jumat (29/1/2016).

Ia menyatakan keheranannya karena selama ini Dewan Kesenian Sigi bisa hadir karena antara lain juga dipartisipasi oleh sanggar-sanggar seni yang ada di wilayah tersebut. “Ada hal apa ini?” tanyanya.

Tak hanya itu, ia juga mengherankan jika betul mekanisme pemilihan itu mengabaikan hak suara mereka, maka otomatis DKS tidak akan menjadi wadah bagi komunitas-komunitas seni yang ada. “Lalu, DKS hadir untuk mewadahi siapa?” katanya.

Ia menduga ada konspirasi besar oleh oknum-oknum tertentu dibalik setting pelaksanaan Musda DKS tersebut. Terutama menyangkut pihak-pihak yang akan dipilih dalam kepengurusan nanti.

“Kalau niatnya memang seperti itu, yah lebih baik komunitas seni yang ada bikin DKS sendiri,” sebutnya.

Sementara itu, salah seorang pengurus sanggar seni lainnya tak habis pikir dengan kondisi DKS seperti itu. Seolah-olah katanya kehadiran DKS sebagai hanya sebagai wadah untuk mengeruk dana guna pertunjukan.

“Maaf yah, kami sudah sering melakukan pertunjukan tanpa bantuan siapapun termasuk DKS dan kami bisa,” tegasnya. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here