SMAN 2 Palu Terbakar, Siswa Luntang Lantung Panik

0
114
Petugas berusaha memadamkan api yang membakar SMA Negeri 2 Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (28/1/2016). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.00 Wita membuat panik ratusan siswa yang masih belajar dan menghanguskan sebagian besar ruang kelas yang ada. Penyebab kebakaran itu diduga karena arus pendek. (foto: beritapalu.com)
Petugas berusaha memadamkan api yang membakar SMA Negeri 2 Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (28/1/2016). Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.00 Wita membuat panik ratusan siswa yang masih belajar dan menghanguskan sebagian besar ruang kelas yang ada. Penyebab kebakaran itu diduga karena arus pendek. (foto: beritapalu.com)

PALU – SMA Negeri 2 Palu yang terletak di Jalan Tanjung Dako Palu terbakar sekitar pukul 14.00 Wita. Kebakaran itu membuat siswa kelas 12 yang masih mengikuti pelajaran panik bukan kepalang. Siswa tersebut berusaha menyelamatkan diri dari amukan api yang hanya dalam beberapa saat saja menghanguskan sebagian besar ruang kelas di sekolah itu.

Siswa yang terperangkap di bagian belakang gedung sekolah terpaksa menjebol pagar sekolah agar bisa keluar. Begitu pula dengan kendaraan milik siswa terpaksa didorong paksa dengan keadaan terkunci leher ke area yang dinilai aman dari kobaran api.

Sejumlah siswa yang masih berada di sekolah tersebut terlihat bahu membahu berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun api yang demikian besar tak mampu dihalau oleh siswa tersebut. Sejurus kemudian, tim pemadam kebakaran tiba di TKP dan langsung memadamkan api yang terus bergerak dari satu ruangan ke ruangan lainnya.

Seorang siswa yang panik bahkan sempat pingsan dan segera dilarikan ke rumah sakit. Suasana di sekitar jalan di sekolah itu macet total oleh kerubutan warga yang ingin menyaksikan lebih dekat musibah tersebut. Aparat polisi lalulintas terlihat sibuk mengatur kendaraan yang terperangkap di jalan itu dan berusaha membuka jalan agar kendaraan pemadam kebakaran bisa lewat.

Seorang pelajar mengatakan, pada saat kebakaran itu terjadi, siswa kelas 10 dan kelas 11 sudah pulang, kecuali kelas 12 yang masih tertinggal belajar untuk persiapan ujian. Ia mengaku, api pertama kali terlihat dari ruang multimedia yang banyak berisi perangkat elektronik. “Mungkin karena korsleting,” sebut siswa itu.

Seorang orang tua siswa menyerobot masuk ke area terjadinya kebakaran hebat itu. Ia bertanya kepada setiap siswa tentang anaknya yang juga bersekolah di tempat itu. Orang tua itu panic karena ada yang berteriak bahwa ada beberapa siswa yang terperangkap. Setelah petugas pemadam memberikan penjelasan bahwa pihaknya sudah mengeceka seluruh ruangan, barulah orang tua tersebut merasa tenang.

Sementara itu, sejumlah siswa lainnya dibantu warga sekitar berusaha menyelamatkan barang-barang yang ada di beberapa ruang dan belum dijangkau oleh api. Barang-barang yang ada di koperasi  digotong ke gedung di sebelahnya untuk diamankan. Beberapa anggota polisi terlihat berjaga agar barang-barang tersebut tidak dibawa keluar dari sekolah.

Sekitar 5 dari 8 blok utama sekolah tersebut habis terbakar dan hanya menyisakan puing-puing. Blok yang terbakar itu diantaranya ruang kelas 12, kelas 11 dan ruang untuk guru-guru dan kantor sekolah. Seorang siswa terlihat menangis karena ruang kelasnya habis terbakar total.

Kadis Pendidikan Kota Palu, Sadly Lesnusa terlihat hadir di sela-sela pemadaman sekolah tersebut. Dalam wawancara dengan wartawan di TKP Sadli mengemukakan bahwa ini adalah musibah yang sama sekali tidak disangka-sangka.

Ia mengatakan akan melaporkan musibah ini ke pimpinan diatasnya lalu akan dicoba mencari solusi terbaik dari kejadian tersebut, terutama buat siswa kelas 12 yang pada bulan April mendatang akan mengikuti ujian nasional.

“Nanti akan kita lihat seperti apa solusinya, tapi yang paling penting adalah bagaimana agar anak-anak dapat tetap belajar,” tegasnya.

Ditanya soal penyebab kebakaran itu, Sadli hanya bisa menduga bahwa itu karena arus pendek. Namun katanya, penyebab pastinya akan diserahkan ke kepolisian untuk menyelidikinya. Termasuk kerugian yang dialami, Sadli mengatakan pihaknya belum bisa menaksir karena belum mengetahui apa saja yang terbakar.

Dia hanya mengemukakan bahwa sesungguhnya sekolah tersebut akan dilanjutkan pembangunannya untuk tahap kedua. Namun karena musibah tersebut praktis rencana itu akan berubah. “Nantilah kita lihat,” imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, regu pemadam kebakaran masi melakukan pemadaman di sekolah tersebut. (afd)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here