Dua Abad Sapulidi di Garis Khatulistiwa

0
95
Arie Belougi, Pendiri Komunitas SAPULIDI. (foto: istimewa)
Arie Belougi, Pendiri Komunitas SAPULIDI. (foto: istimewa)

SOLIDARITAS Anak Pedalaman Untuk Lingkungan dan Pendidikan (SAPULIDI) adalah sebuah komunitas sosial anak pedalaman yang begitu begitu dekat di hati anak–anak muda di daerah pelosok. Sapulidi didirikan tahun 1990 oleh Arie Belougi, aktivis Indonesia dari pedalaman pulau Sulawesi.

Sapulidi untuk pertama kalinya diperkenalkan Belougi kepada kawanan remaja kampung yang yang secara bersama – sama melewatkan malam pergantian tahun 1989 ke tahun 1990 di pulau Loeha, Danau Towuti, sebuah kawasan terpencil di pedalaman kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Saat itu Belougi baru berusia lima belas tahun.

Pada awalnya. Sapulidi lebih menyerupai perkumpulan anak remaja di daerah pedalaman di pinggir danau Towuti, namun komunitas tersebut menyebar ke berbagai daerah pedalaman di Indonesia dan telah mengispirasi banyak pemuda kampung beraktivitas di bidang sosial kemanusiaan serta mengawal revolusi moral di pedalaman Indonesia.

Di penghujung tahun tahun 1999, Belougi bersama kawanan pemuda kampung  yang tergabung dalam komunitas ini mengunjungi daerah pedalaman di Kepulauan Rote, Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Banggai di Sulawesi Tengah dan Kepulauan sangihe di Sulawesi Utara, dalam rangka sosialisasi tentang manfaat cinta lingkungan dan cinta kampung halaman serta pemberantasan tuna aksara di daerah pelosok.

Dalam rangaian kegiatan ini, Komunitas Sapulidi melewatkan pergantian abad ke 20 ke abad 21 (Tahun 1999 ke tahun 2000) di bawah garis khatulistiwa, tepatnya di desa Tinombo, Parigi Moutong, yang kemudian dikenal dengan “Dua Abad Sapulidi di garis Khatulistiwa”

Tokoh masyarakat pedalaman, Ir. Andi Syamsul Bachri menyatakan bahwa Sapulidi adalah sebuah persembahan terbaik anak pedalaman Sulawesi untuk Indonesia, dan Belougi selaku pendirinya adalah figur yang patuh dicontoh oleh anak–anak muda jaman sekarang. Syamsul menambahkan, Belougi adalah tokoh anak pedalaman yang memiliki idealisme, dia melakukan hal–hal sederhana namun menginpirasi. Hal tersebut disampaikan Syamsul pada acara silaturrahim anggota komunitas Sapulidi di Palu baru – baru ini. ***

*) Diramu oleh Rosdyan Palaloi, Andi Erni, Ir. Andi Syamsul Bachrie, Lisa Novita Boli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here