Ini Cara Aman Menyaksikan Gerhana Matahari Total

0
104

Gerhana-TotalJAKARTA – Tidak sampai dua bulan lagi, Indonesia akan disambangi peristiwa astronomi langka yakni gerhana matahari total (GMT). Gerhana Matahari Total sebagai fenomena alam tidak bisa dihindari. Fenomena ini menarik banyak perhatian orang-orang untuk melihat dan mengetahuinya.

GMT terjadi ketika pagi hari terutama di Sulawesi selama beberapa menit. Ini dipastikan mengundang rasa ingin tahu untuk menyaksikannya secara lagsung. Tapi, melihat GMT tanpa menggunakan filter akan sangat berbahanya, karena dapat menyebebkan efek kerusakan pada mata. Sebab, cahaya yang masuk begitu kuat dan mata akan merasa silau, ketika terjadi seperti ini maka pupil mata akan mengecil.

Untuk melindungi mata dari proses detik-detik terjadi gerhana matahari total, biasanya dengan menggunakan kacamata matahari dan kamera pinhole. Tidak bisa memakai sembarangan kacamata untuk melihat GMT.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) membuat kacamata matahari yang nantinya akan dibagikan secara gratis di Poso. Pembagian kacamata matahari secara gratis ini termasuk dalam rangka acara pendidikan untuk masyarakat Poso. Poso merupakan salah satu wilayah yang akan kebagian GMT pada 9 Maret mendatang.

Astronom ITB Mahesena Putra mengatakan kacatamata standar yang bisa digunakan adalah kacamata yang menggunakan filter dengan ukuran standar MD5. “Kacamata matahari dengan standar MD5, artinya cahanya matahari diperlemah sebanyak 100 ribu ini adalah standar aman,” ujar Mahesena seperti dilansir republika.com, Kamis (14/1/2016).

Kacamata itu sudah dibuatnya dan akan dibagikan di Poso untuk melihat GMT secara langsung. Selain itu, ada juga kamera pinhole yang bisa digunakan untuk membantu menyaksikan gerhana matahari. Kamera ini bisa dibuat dengan mudah. Dengan bahan kardus bekas sepatu atau kardus bekas susu, kertas hvs putih, dan alumunium.

Untuk membuatnya bagian sisi dilubangi untuk melihat banyangan gerhana, dan sisi lainnya dilubangi kemudian ditutup dengan alumunium. Lubang ini akan diarahkan ke gerhana sedangkan kita melihat di sisi lain yang akan menampilkan banyangan gerhana

Jika dengan kacamata kita melihat langsung ke gerhana matahari, dengan kamera pinhole anda hanya melihat dari hasil lubang alumunium. Hasilnya dapat di lihat di kertas HVS yang menghasilkan banyangan gerhana.

Untuk titik pengamatan, selain di Poso, beberapa daerah lainnya juga dapat dilakukan seperti di Donggala, Palu dan Sigi. Di Palu sendiri beberapa orang akan mengamatinya di anjungan Teluk Palu. Sedangkan di Sigi, dapat dilihat di pegunungan Matantimali, juga di Ngata Baru. Bahkan di wilayah yang disebutkan terakhir itu, ribuan wisatawan asing akan berkumpul di titik itu untuk menyaksikannya.

“Kita sudah menyiapkan lahan sekitar 14 hektar di Ngata Baru dan jauh sebelumnya kita juga sudah melakukan pembekalan kepada warga setempat bahwa akan ada event seperti ini dan mereka harus siap,” aku Zulfikar Usman, Direktur Hasan Bahasyuan Institute (HBI) selaku penyelanggara lokal.  (republika.com/afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here