Keluarga Terduga Teroris Datangi Polda Sulteng

0
194
Faiza Lakawati, 42 (depan) bersama anak-anaknya berjalan menuju Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (8/1/2016).(foto: beritapalu.com)
Faiza Lakawati, 42 (depan) bersama anak-anaknya berjalan menuju Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (8/1/2016).(foto: beritapalu.com)

PALU – Faizah Lakawati (42 thn) istri terduga teroris yang di tangkap oleh detasemen khusus (densus 88 ) anti teror di Desa Labuan, Kecamatan Lage, Poso, Sulawesi  Tengah, Jumat (8/1/2016) sekitar pukul 16.00 wita mendatangi markas Polda Sulteng.

Kedatangan Faizah bersama anak-anaknya itu  untuk menemui suaminya, Asri Parkkasi yang di tahan sejak 31 Januari 2015. Namun begitu, mereka belum berhasil bertemu karena suaminya tidak berada di tahanan Polda Sulteng karena dititipkan di tahanan Polres Sigi.

Faizah Lakawati juga di dampingi oleh kuasa hukumnya Andi  Akbar, SH dari Tim Pengacara Muslim (TPM) beserta beberapa kerabatnya.

Kepada wartawan, Faizah mengatakan, penangkapan terjadi saat dirinya bersama sang suami kembali dari kebun di kampungnya Desa Labuan, Kecamatan Lage, Poso Kota. Mereka tiba-tiba dihadang oleh sekelompok orang  dan langsung menangkap keduanya.

Setelah itu mereka berdua di bawa ke Markas Brimob Poso Kota. Setelah menjalani pemeriksaan, Faizah mengaku langsung di antar pulang ke rumahnya di Desa Labuan. Namun sang suami tidak ikut bersamanya karena langsung ditahan dan di bawa ke markas Polda sulteng di Palu.

Sejak saat itu dirinya belum pernah lagi bertemu dengan suaminya hingga hari ini (Jumat, 8/1/2016).

Sementara itu, Andi Akbar, kuasa hukum dari terduga Asri Parakkasi mengatakan maksud kedatangan mereka ke markas Polda Sulteng untuk menemui saudara Asri Parakkasi (suami Faizah Lakawati) yang di tangkap oleh densus 88 akhir tahun 2015 lalu.

Menurutnya hingga hari ini sudah hari yang ke delapan kliennya di tahan oleh polisi. Sesuai Undang- Undang No 15 tahun 2003 tentang penberantasan tindak pidana terorisme, tersangka teroris itu dapat di periksa hingga waktu 7 x 24 jam dan setelah itu tersangka boleh ditemui oleh pihak keluarga atau kuasa hukum.

Sehingga katanya hari ini mereka berniat untuk menjenguk terduga Asri Parakasi. Setelah diusahakan bertemu di Polda, ternyata Asri tidak di tahan  di Polda Sulteng melainkan di tahan di Polres Sigi karena tahanan polda sedang direnovasi.

Sebelumnya, terduga Asri Parakasi ditangkap oleh Densus 88 Anti Teror pada 31/12/2015saat kembali dari kebunnya. Selain Asri, Densus juga menangkap 6 orang lainnya di lokasi yang berbeda. Mereka diduga adalah jaringan Santoso yang hingga saat ini masih belum tertangkap. (wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here