Published On: Fri, Dec 18th, 2015

Unjukrasa di Kantor KPUD Sulteng Berakhir Ricuh

Share This
Tags
Massa menarik pagar berduri yang dipasang polisi saat berlangsung unjuk rasa di dekat Kantor KPUD Sulteng di Palu, Jumat, (18/12/2015). Unjuk rasa memprotes rekapitulasi suara hasil pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur yang diikuti dua pasangan calon itu berakhir ricuh. (Foto: beritapalu.com)

Massa menarik pagar berduri yang dipasang polisi saat berlangsung unjuk rasa di dekat Kantor KPUD Sulteng di Palu, Jumat, (18/12/2015). Unjuk rasa memprotes rekapitulasi suara hasil pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur yang diikuti dua pasangan calon itu berakhir ricuh. (Foto: beritapalu.com)

PALU – Unjuk rasa ratusan simpatisan Rusdy-Ihwan untuk meminta pertanggungjawaban KPUD Sulteng terkait rekapitulasi suara di dekat Kantor KPUD Sulteng berakhir ricuh. Aparat kepolisian yang berjaga di kawasan itu berjibaku dengan massa setelah pagar berduri yang dipasang polisi untuk menghalau aksi ditarik oleh massa.

Sebelumnya, Kapolres Palu AKBP Basya Radyananda mendatangi dan berbicara di depan massa. Melalui pengeras suara, Kapolres menegaskan, tuntutan massa untuk menghadirkan komisioner KPUD Sulteng di tengah-tengah mereka tidak dapat dipenuhi karena sedang bekerja, yakni melakukan rekapitulasi suara.

Menurut Kapolres, berdasarkan aturan tidak ada seorang pun yang bisa mengganggu apalagi menghentikan pekerjaan pelaksana negara, apalagi saat ini dalam proses rekapitulasi suara. Kapolres juga menagaskan, aparat kepolisian tetap memberikan keleluasaan kepada warga untuk menyalurkan pendapatnya, namun dibatasinya bahwa aksi yang berlangsung itu hanya boleh hingga pukul 18.00 Wita. “Jadi komiu-komiu (anda semua, red) punya waktu satu jam lagi,” kata Kapolres yang saat itu waktu menunjukkan pukul 17.00 Wita.

Penegasan Kapolres itu tidak diterima dengan baik oleh massa. “Kita tidak meminta komisioner menghentikan pekerjaannya, kami hanya meminta agar komisioner datang kesini untuk memberikan penjelasan,” teriak salah seorang peserta aksi.

Massa terus berorasi dan tetap pada pendirian agar para komisioner KPUD Sulteng menemui mereka. Setelah beberapa saat komisioner tidak juga keluar dari Kantor KPUD Sulteng, massa kemudian mulai bergerak dan mencoba menarik kawat berduri yang dipasang oleh aparat untuk menghalau massa. Tarik menarik kawat antara aparat dan massa pun terjadi.

Kapolres Palu AKBP Basya Radyananda yang memimpin langsung pengamanan itu meminta agar kawat berduri tersebut tidak dilepas. Namun massa terus saja menarik kawat tersebut hingga jalan menuju kantor KPUD SUlteng itu terbuka.

Sebuah kendaraan water canon yang mengawal barikade polisi tiba-tiba menembakkan air ke arah massa. Massa pun kocar kacir berlarian. Nyaris bersamaan dengan itu, bebatuan pun berhamburan ke arah polisi bertameng. Sejurus kemudian, tembakan gas air mata dilepaskan kea rah massa. Massa berlairan berusaha menyelamatkan diri.

Tak selesai sampai disitu, aparat yang jumlahnya ratusan membagi diri dalam tiga kelompok barikade. Satu kelompok menuju Jalan S.Parman, dua kelompok ke Jalan Setia Budi masing-masing kea rah kiri dan kanan.

Seorang simpatisan yang belum diketahui identitasnya sempat diamankan aparat di Jalan Setia Budi ketika kericuhan itu terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum mendapat konfrimasi adanya korban atas insiden tersebut, baik dari pihak massa maupun dari pihak aparat. (afd)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

%d bloggers like this: