Ada 300 Anggota ISIS di Indonesia

Plt Kapolri, Badrodin Haiti (tengah) memerhatikan peta lokasi terjadinya kontak senjata yang mengakibatkan tewasnya seorang terduga teroris di Mapolda Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (4/4/2015) malam. Kepolisian kembali menembak mati seorang terduga teroris yang diduga kelompok Santoso Cs di Jalur Kebun Kopi, Kabupaten Parigi Moutong pada Sabtu (4/4/205) sore sehingga menjadi dua orang. Sehari sebelumnya (3/4/2015), polisi juga menembak mati terduga teroris di Parigi Moutong yang diduga pelarian dari Poso. beritapalu.com/Basri Marzuki/15
Kapolri Badrodin Haiti (tengah) memerhatikan peta lokasi terjadinya kontak senjata yang mengakibatkan tewasnya seorang terduga teroris di Mapolda Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (4/4/2015) malam. (Foto: beritapalu.com)

JAKARTA – Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengungkapkan, kepolisian tengah memantau warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam jaringan kelompok radikal Negara Islam Irak Syria (ISIS). Menurutnya, ada sekitar 300 WNI yang terkait dengan ISIS.

“Jadi ISIS ini ada yang berangkat, ada yang sudah kembali, ada yang sudah kita proses. Yang by name sekitar 300-an,” kata Badrodin, Jumat (27/11/2015) siang seperti dilansir di Jawapos.com.

Badrodin menambahkan, ratusan warga itu masih berada di Indonesia. Karenanya Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dan jajaran kepolisian daerah (polda) terus memantau para WNI yang terlibat ISIS.

“Ada yang dipantau di aparat kewilayahan, ada yang dipantau oleh Densus 88,” sambungnya.

Lebih lanjut Badrodin mengatakan, pemantauan terhadap ratusan warga yang diduga masuk jaringan IS itu dilakukan guna mencegah terjadinya aksi. Meski demikian, kata Badrodin, sejauh ini belum ada gerakan-gerakan yang mencurigakan dari para warga terkait ISIS itu.

“Sangat tergantung. Suatu saat (mereka) bisa saja berubah,” sambungnya.(elf/JPG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here