Keluarga Prajurit Histeris, Bendera Setengah Tiang di Markas Korem 132 Tadulako

Salah seorang prajurit TNI AD dari kesatuan Yonif Linud 433/JS/Brigif III Kostrad Makassar yang menjadi korban kecelakaan truk masuk jurang tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (15/11/2015). (Foto: beritapalu.com)
Salah seorang prajurit TNI AD dari kesatuan Yonif Linud 433/JS/Brigif III Kostrad Makassar yang menjadi korban kecelakaan truk masuk jurang tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (15/11/2015). (Foto: beritapalu.com)

PALU – Sejumlah keluarga korban prajurit TNI-AD yang tewas akibat kecelakaan di Desa Sedoa, Lore Utara, Poso, Minggu (15/11/2015) histeris begitu mengetahui musibah tersebut.

Salah seorang perempuan yang mengaku keluarga Pratu Ladarman yang tewas dalam kecelakaan itu  tiba-tiba histeris di depan kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palu, tempat korban tersebut disemayamkan.

“Pak, bagaimana om Ladarman,” Tanya perempuan itu kepada salah seorang anggota TNI yang mengeavkuasi jenazah ke Rumah Sakit tersebut.

“Pak Ladarman salah satunya di dalam,” jawab anggota tersebut. Seketika perempuan tadi histeris dan menyebut nama Pratu Ladarman.

Berulang-ulang nama tersebut diteriakkan hingga salah seorang anggota TNI menenangkannya. “Ini musibah bu, tidak ada yang meminta kejadian ini,” kata anggota tersebut menenangkan perempuan tadi.

Sumber menyebutkan, korban tewas tersebut keseluruhannya berdiam di Makassar, Sulawesi Selatan dan jenazah akan diberngkatkan ke Makassar sore menjelang malam iini juga.

Meski demikian, beberapa korban tersebut juga mempunyai kerabat dekat di Palu.

Sementara itu, Markas Komando Resort Militer (Korem) 132 Tadulako yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Palu langsung mengibarkan bendera merah putih setengah tiang sebagai tanda berkabung. Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayjen TNI Agus Suryabakti langsung berangkat ke Palu untuk melihat langusng kondisi korban.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan itu terjadi saat prajurit tersebut menuju lokasi penyisiran terduga teroris di pegunungan Napu, Lore Utara, Poso. Masih dalam perjalanannya, tepatnya di Desa Sedoa yang diketahui medan jalannya mendaki dan kemudian menurun curam, disitulah terjadi kecelakaan tunggal tersebut.

Truk yang dikemudikan oleh seorang warga sipil yang belum diketahui identitasnya tidak dapat mengendalikan truknya saat menurun di jalan tersebut. 22 prajurit yang diangkutnya di tambah sopir terjungkal ke jurang yang cukup dalam bersama truk tersebut. LIma tewas dalam kecelakaan itu dan sisanya luka berat.

Setelah dievakuasi, jenazah kelima prajurit tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Bahayangkara di Palu termasuk korban yang mengalami luka-luka. Evakuasi yang dibantu warga setempat itu dilakukan cukup memakan waktu karena medan terjal dan curam.

Jenazah kemudian dibawa ke posko di Sedoa lalu diterbangkan dengan helicopter menuju Markas Yonif 711/Raksatama untuk selanjutnya langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu. (afd)

Berita terkait:

Truk Prajurit Terjun Ke Jurang Sedoa Napu, 5 Tewas

Lima Prajuritnya Tewas, Pangdam VII Wirabuana Langsung Ke Palu

Lima Jenazah Prajurit TNI-AD Diterbangkan Ke Makassar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here