Rakyat Sigi Miskin Karena Wilayahnya Dikuasai TNLL

SIGI – Dari keseluruhan luas wilayah Kabupaten Sigi, 82 persen di antaranya dikuasai oleh Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) dengan alasan hutan lindung, hanya 12 persen yang bisa dikelola untuk pembangunan. Itu salah satu penyebab kenapa sebagian besar rakyat Sigi masih berada dalam katagori miskin.

Hal tersebut dinyatakan Anggota Komisi V Bidang Infastruktur dan Perhubungan DPR-RI yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Sulawesi Tengah Ahmad H.M Ali saat beroraso politik terkait kampanye pasangan calon Bupati/Wabup Nurzain Djaelangkara-Ayub Willeam Darawia di Desa Lawua, Kulawi Selatan, Minggu (8/11/2015).

Ahmad H Ali menegaskan, negara membiarkan masyarakat Kabupaten Sigi hidup dalam cengkraman kemiskinan. Masyarakat Kabupaten Sigi tidak dapat memanfaatkan luas wilayahnya, untuk perkebunan, pertanian dan pembangunan. “Negara lebih menyayangi burung Alo yang endemick dan segala macam konservasi di hutan lindung ketimbang masyarakat,” tandas Matu, sapaan akrab Ahmad M Ali.

Dirinya menyebut, tidak dapatnya masyarakat dan pemerintah megelola kawasan potensial pertanian dan kehutanan didaerah itu, dikarenakan sekitar 82 Persen wilayah yang sebahagian besar merupakan daerah potensial pertanian dan kehutanan, dikuasai oleh Balai Taman Nasional Lore Lindu, dengan alasan hutan lindung.

“Ini yang kemudian menjadi salah satu dari sekian banyak faktor penghambat pembangunan dan kemajuan di daerah sigi,” ujarnya.

Karenanya, ia berharap kondisi tersebut harus dirubah agar masyarakat Kabupaten Sigi dapat memanfaatkan potensial pertanian dan kehutanan didaerah itu dengan bebas dan leluasa. (afd/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here