Setahun, Longki Bisa Datangkan Jokowi Tiga Kali ke Sulteng

Sejumlah simpatisan dan pendukung Calon Gubernur/Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola-Sudarto meneriakkan yel-yel saat mengikuti kampanye dialogis di lapangan Abadi Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (1/11/2015). (Foto: beritapalu.com)

PALU – Calon Gubernur Sulteng, Longki Djanggola menjawab pertanyaan yang menyebutkan dirinya tidak berbuat apa-apa selama empat tahun 5 bulan memimpin Sulawesi Tengah. Dalam kampanye dialogis di Lapangan Abadi Palu, Minggu (1/11/2015) Longki menegaskan, tidak perlu ribet untuk menjawab pertanyaan itu.

“Mudah saja menjawab pertanyaan itu, kalau saya tidak bekerja, lalu untuk apa Presiden Joko Widodo mau datang ke Sulawesi Tengah sampai tiga kali di tahun 2015 ini? Presiden mau ke Sulteng karena ingin melihat langsung apa yang kami sudah kerjakan,” kata Longki disambut aplaus panjang pendukung dan simpatisan yang memadati kampanye dialogis itu.

Jadi menurut Longki, tidak perlu merasa dan merasa hebat seolah-olah paling benar dan paling bisa. “Anda punya bukti hasil kerja, kami pun punya bukti hasil kerja. Biarkan masyarakat yang menilai sendiri,” imbuh Longki lagi.

Selain menjawab pertanyaan itu, Longki juga menyatakan perlu koordinasi antara pemerintah kabupaten dan kota dalam penyelenggaraan pemerintahan di tingkat provinsi. “Pembangunan di kabupaten dan kota harus saling koordinasi agar tanggung jawab bisa dipikul bersama. Karena baik dan buruknya pembangunan, pada akhirnya masyarakatlah yang akan merasakannya,” ujar Longki yang berpasangan dengan calon wakil gubernur Sudarto.

Ia menyindir pemerintahan Kota Palu yang sejak 10 tahun  terakhir ini masih menempati kantor kontrakan. “Kantor Walikota cukup bagus, tapi SKPD-SKPD yang ada pada kontrak semua,” sebutnya yang lagi-lagi disambut yel-yel.

Terkait rekalamasi pantai, Longki yang juga mantan Bupati Parigi Moutong dua periode mengatakan, belum saatnya Palu melakukan reklamasi pantai untuk menciptakan lahan-lahan baru bagi pembangunan. Menurutnya, luas daratan masih cukup luas untuk itu.

Kampanye dialogis itu juga ditandai dengan pengukuhan Gerak Juang Wanita Pendukung Longki’S, Asosiasi Pekerja Bangunan dan Asosiasi Pengemudi Angkutan Kota Palu. Kampanye itu dihadiri seribuan massa pendukung. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here