Lab’Art Ferum Memukau di Talu#Art ke-16

Seniman dari Sanggar Katimunda dan Gampiri mementaskan pertunjukan seni bertajuk Lab’art Ferum (seni pandai besi) pada pertunjukan independen Talu Art di Desa Tulo, Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (1/11/2015) malam. (foto:beritapalu.com/basri marzuki)

Telah aku lilitkan ke tubuhmu segumpal besi tepat di bagian poros belakangmu.

Lalu kusulam emas, perak, tembaga dan baja agar kau nampak lebih kuat dan dapat menjadi penyangga alam.

Laut dan daratannya, lembah dan tepian sungainya.

Dari pesisir datangnya berita… maka hulu adalah perisai.

 

Demikian pengantar pertunjukan seni yang dimainkan oleh Komunitas Gampiri yang berkolaborasi dengan Sanggar Seni Katimunda dari Desa Tulo, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi pada episode pementasan Talu Art ke-16.

Lazimnya setiap pertunjukan pada komunitas seni independen dan mandiri itu, selalu saja ada yang baru dalam setiap penampilannya. Rumah pandai besi di Desa Tulo disulap menjadia arena pertunjukan yang mengundang decak kagum.

Adalah Akbar yang menjadi pengkarya pada pertunjukan yang selalu mengundang rasa penasaran itu. Ia mengatakan, lakon kali ini diangkat dari kultur setempat yang kesehariannya menyandang profesi sebagai pandai besi dan dituangkan dalam konsep pertunjukan.

Lakon bercerita tentang besi yang sejatinya tidak selalu harus berbicara dan berada di depan ketika konflik komunal terjadi. Besi menurutnya, seharusnya menjadi ajang pemersatu atas pertikaian. Kekokohan besi seharusnya diterjemahkan sebagai penyangga alam untuk kebakan bersama, bukan sebaliknya untuk pertentangan yang merugikan.

Penonton yang hadir sangat mengapresiasi penampilan kolaborasi kedua komunitas seni itu.

Sebelumnya beberapa komunitas juga mengambil bagian dalam performing art, diantaranya Sanggar Seni Tomunggu dan Gonenggati.

Episode Talu Art ke-16 juga dimeriahkan oleh jajanan tradisional. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here