Blues Goes to Palu Hadirkan 4 Genre Musik

PALU – Blues Goes to Palu akan menghadirkan 4 genre music, yaitu blues, jazz, rock dan reggae yang rencananya akan dihelat di Tanaris Café pada Selasa (3/11/2015).

Eksekutif Produser kegiatan itu, Duin Palungkun mengatakan, konser music yang pertama kali mengedepankan genre music blues itu akan melibatkan musisi asal Palu dan Jakarta. “Ini juga semacam reunion dengan musisi di kampung halaman dalam empat genre music dengan blues sebagai ujung tombaknya,” ungkap Duin.

Konser music yang dipromotori oleh Buddy Ace Nurdin, wartawan musik yang juga Manajer AIRS – All Indonesian Rock Stars juga membawa dua misi sosial penting, yakni pendidikan musik gratis atau klinik musik untuk anak muda, pelajar dan mahasiswa, serta peduli terhadap sesama.

“Saya mau mendanai kegiatan ini, sekaligus ikut bermain didalamnya, karena misi sosial untuk membantu 4 Panti Asuhan lintas agama yang ada di Palu dan untuk memberikan pendidikan musik gratis yang akan disampaikan oleh para musisi senior yang berpengalaman,” terang Duin yang juga pengacara sukses di Kupang.

Pada konser itu, setidaknya Gideon Tengker – ayah mertua Raffi Ahmad, Ote Abadi – musisi asal Palu dengan band legendaries The Mercys,  Indah Winar – sebagai “Mother of Blues Musicians in Jakarta”, Yoyo Bassman – pembetot bass degan The Entertainer Clinicist-nya, Ferry HK – drummer lintas genre, Theo M Kamudi – pianist, Duin Palungkun  pemain Harmonica otodidak.

Deretan musisi lainya yang akan tampil dalam Blues Goes To Palu edisi perdana ini, antara lain; Zarro, musisi asal Palu yang hijrah ke Jakarta dan memilih memainkan musik Jazz. Akan tampil pula Rival Himran, pembetot bass Steven & Cocconut Trees, yang kini membentuk grup reggae bernama PALLO. The Dynamic Trio asal Jakarta. Haickal, Amin Abdullah & Ensambel Kakula Palu (musik etnik). Rence Monarchi & Idham Lapasere, Deltha & Friends asal Makassar. Adi Tangkilisan, gitaris The Culture Project.

Tahmidy Lasahido, drummer handal, yang cukup lama vacuum karena memilih berkarier didunia pendidikan, sebagai dosen ilmu sosial. Ia juga akan tampil bersama Munif, salah satu gitaris terbaik asal Palu. Jojon Bass, bassist yang disegani di Palu. Tyan (drummer), Ikhsan (keyboardist), Achi vokalis The Box, band dengan aroma etno rock. Agus Mochtar Tadji (keyboardist) dan Veky Fisher, gitaris muda yang meraih predikat terbaik saat ini di Palu.

“Insya Allah, selain hiburan, pendidikan musik, serta target peduli sosial terhadap empat panti asuhan di Palu, dapat terlaksana dengan baik dan mengesankan. Ini harus dijaga dengan baik, karena Blues Goes To Palu, akan menjadi event rutin setiap tahun di Palu tercinta. Dan yang paling penting, belajar musik dari akar musik yakni musik Blues, ” simpul Buddy ACe, promoter Blues Goes To Palu, yang pada malam pertunjukkan nanti akan menjadi MC bersama penyiar ternama Kota Palu, Alfian ‘SKIP FM’ Bondan. (wan/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here