Survei, 9 dari 10 Warga Palu Setuju Kawasan Tanpa Rokok

PALU – Sebuah survei pendapat warga Palu tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang dilakukan Dinas Kesehatan bersama sebuah organisasi nirlaba menyimpulkan, dari 10 warga yang berdiam di Palu, 9 diantaranya setuju KTR itu diberlakukan. KTR itu terutama di ruangan tertutup, tempat umum, tempat kerja dan transportasi umum.

Hasil survey itu yang kian menguatkan Dinas Kesehatan Palu untuk tegas memberlakukan atuarn KTR itu, terlebih sudah ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengaturnya, yakni No.3 tahun 2015 tentang kawasan Tanpa Rokok.

“Untuk mewujudkan kota sehat, salah satunya yaitu dengan mengampanyekan dan menyosialisasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Caranya, dengan menumbuhkan kesadaran mengenai bahaya merokok dan meningkatkan derajat kualitas hidup sehat akibat pencemaran udara melalui asap rokok,” ujar Kepala DInas Kesehatan Kota Palu, Drg. Emma Sukmawati.

Ia menuturkan, Pemkot Palu  mulai menyeriusi menerapkan Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, terutama terkait dengan pencegahan bahaya rokok. “Perda Nomor 3 Tahun 2015 tidak semata-mata menindaklanjuti adanya undang-undang tentang kesehatan serta peraturan Menteri Kesehatan dengan Menteri Dalam Negeri tentang pedoman pelaksanaan kawasan tanpa Rokok. Namun lahirnya Perda ini, bentuk komitmen untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Palu,” tegasnya.

Perda itu menurutnya untuk menciptakan ruang dan lingkungan yang bersih dan sehat, melindungi kesehatan perseorangan, keluarga, masyarakat, dan lingkungan dari bahaya bahan yang mengandung karsinogen dan zat adiktif dalam produk tembakau. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here