Persediaan Menipis, Bulog Kesulitan Pengadaan Beras

PALU – Kemarau panjang cukup memukul ketahanan beras tak terkecuali di Sulawesi Tengah. Bulog yang dipercaya menyanggah kebutuhan beras itu kini kesulitan pengadaan akibat kemarau. Beberapa sentra produksi beras tak berproduksi karena kekeringan.

Kepala Bidang Pelayanan Publik Perum Bulog Sulawesi Tengah Abdul Gani mengakui, ketahanan stok beras yang ada di gudang saat ini hanya sampai Desember 2015. “Di satu sisi pengadaan lokal dalam beberapa bulan terakhir dan ke depan ini tetap berjalan, tapi tingkat penyerapan sangat kecil,” kata Abdul Gani.

Menurutnya, kondisi itu diperparah banyaknya pedagang dari luar daerah yang datang ke daerah ini untuk membeli beras dan kemudian mereka menjualnya kembali di daerah sendiri. Pedagang tersebut membeli dengan harga dasar yang lebih tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang hanya Rp7.300 per kilogram.

Dengan angka stok beras yang hanya sampai Desember 2015 itu, mengharuskan Bulog Sulteng harus memasok beras termasuk impor jika pemerintah memberi lampu hijau untuk impor. “Kalau kran impor tidak dibuka, Bulog Sulteng akan mengalami kesulitan menyediakan stok beras dalam jumlah memadai karena musim tanam OktoberNovember ditunda akibat kemarau berkepanjangan,” sebutnya.

Dia mengaku, tingkat penyerapan beras oleh Bulog saat ini baru berkisar 26.000 ton dari 40.000 ton yang ditargetkan selama 2015. Mustahil katanya Bulog mampu memenuhi target dalam kondisi kemarau panjang seperti saat ini.

Ini penting imbuhnya lagi, apalagi Bulog Sulteng diharuskan memenuhi kebutuhan penyaluran pada Januari-Maret 2016 yang saat itu akan memasuki masa paceklik. “Jika petani baru menanam padi pada Desember 2015 atau Januari 2016, berarti panen baru akan berlangsung April mendatang, sementara stok kita hanya sampai Desember 2015,” tuturnya.(afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here