Mahasiswa Unisa Bawa Keranda Mayat ke Polda Sulteng

Sejumlah mahasiswa Universitas Alkhairat membawa keranda saat berunjukrasa di depan kantor Polda Sulawesi Tengah di Palu, Senin (26/10/2015). (Foto: beritapalu.com)

PALU – Kekesalan mahasiswa Fakultas Teknik Pertambangan dan Planologi Universitas Alkhairat Palu atas nasibnya yang tidak jelas memuncak. Saat berunjukrasa di depan kantor Polda Sulteng, Senin (26/10/2015), serombongan mahasiswa itu membawa keranda mayat lengkap dengan nisannya.

“Keranda dan nisan itu adalah simbolisasi pembunuhan mahasiswa oleh Universitas Alkhairat,” teriak salah seorang orator pada aksi yang dikawal sejumlah polisi tersebut.

Menurutnya, nasib puluhan mahasiswa terlunta-lunta karena kelalaian pihak universitas. “Kami datang jauh-jauh mengorbankan banyak hal, bukan hanya materi tetapi juga waktu dan banyak lagi pengorbanan lainnya untuk menuntut ilmu, tapi apa yang kami dapatkan..?” lanjut mahasiswa tersebut dalam orasinya.

Apalagi katanya dengan status nonaktif Unisa sebagaimana dilansir oleh Pusat Data Perguruan Tinggi Dirjen Dikti semakin memupus harapan mereka untuk bisa belajar sebagaimana mestinya. “Karenanya, kami meminta agar Polda Sulteng mengusut masalah ini. Kasihan kami mahasiswa,” pintanya.

Sementara itu sebelumnya, rektorat Unisa menyatakan, status nonaktif dari Dikti tidak berarti menutup semua proses pendidikan di sebuah perguruan tinggi. Kegiatan akademik tetap berjalan sebagaimana mestinya. Menurutnya, ini hanya persoalan administrasi saja.

Di pihak lain, Dirjen Dikti memberi warning kepada perguruan tinggi yang dinyatakan nonaktif agar tidak melakukan dua hal, yakni melakukan penerimaan mahasiswa baru dan melakukan wisuda hingga dicabutnya staus nonaktif menjadia ktif kembali. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here