Masykur: Sistem Penataan Irigasi Amburadul

Muh. Masykur  (foto: dok.pribadi)
Muh. Masykur
(foto: dok.pribadi)

PALU – Anggota DPRD Sulteng, Moh. Masykur M menilai, kebut-kebutan pelaksanaan proyek pembangunan di akhir tahun ini rawan masalah. Yang pasti, semangat pelaksanaannya kejar target seperti perbaikan dan peningkatan irigasi.

“Seperti perbaikan irigasi di beberapa daerah di Kab. Sigi.  Satu sisi proyek ini dipandang baik utk  meningkatkan produktifitas sektor pertanian. Namun disisi lain, mengundang protes dari petani,” sebutnya.

Pasalnya, pelaksanaan proyek perbaikan irigasi tersebut katanya tanpa dipandu sistem perencanaan yang terintegrasi. Yang ada, pihak pelaksana proyek asal main gruduk saja, main bongkar lokasi dan menutup aliran irigasi.

Akibatnya, petani jadi susah. Musim tanam terhambat, dan yang sedang menaman akan mengalami kerugian. Petani yg protes malam diancam oleh aparat desa. Proyek akan dipindah kalau perbaikan dihambat.

“Padahal, tidak ada niatan sama sekali dari pihak petani untuk menghambat proyek perbaikan irigasi. Karena malah menguntungkan nantinya,” imbuhnya.

Mereka hanya meminta, apa solusi yang baik, jika pekerjaan perbaikan irigasi dilangsungkan sambil tetap tidak mengganggu pelaksanaan musim tanam mereka.

Disebutkan, fakta sosial yang dialami oleh petani di Desa Walatana Kec. Dolo Selatan juga tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Kec. Gumbasa, Palolo dan Wilayah lainnya.

“Ini karena tidak adanya pelibatan petani sebagai pihak yang terkait langsung dengan pembangunan ini. Seolah mereka tetap diposisikan sebagai obyek. Model pendekatan proyek seperti ini yang membuat situasi jadi ambruradul dan rawan konflik,” tandas anggota Komisi II DPRD Sulteng ini.

Sementara itu lanjutnya, peran Pemda Kab dan Provinsi terutama Instansi Teknis terkait malah tidak memberikan langkah-langkah solutif. Hal ini diperlukan agar petani tidak selalu diposisikan sebagai pihak yang selalu sub ordinasikan dalam proses pelaksanaan pembangunan. Libatkan petani dalam penyelesaian permasalahan, apalagi jika itu terkait langsung dengan hajat hidup petani. (afd)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here