Warga Desa Balane Terpaksa Manfaatkan Sisa Air Aliran Sungai

Sejumlah warga memanfaatkan sisa air sungai yang debitnya semakin menurun di Desa Balane, Kinovaro, Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (18/10/2015). (Foto: beritapalu.com/Basri Marzuki)
Sejumlah warga memanfaatkan sisa air sungai yang debitnya semakin menurun di Desa Balane, Kinovaro, Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (18/10/2015). (Foto: beritapalu.com/Basri Marzuki)

SIGI – Warga Desa Balane, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi terpaksa memanfaatkan sisa air aliran sungai yang debitnya semakin menunrun untuk memenuhi kebutuhan mandi dan cucinya. Demikian pula untuk kebutuhan air bersih, warga terpaksa mengais di antara kerikil lalu menimbanya ke dalam jeriken.

Salah seorang warga Balane mengaku, pemanfaatan sisa aliran sungai mesti dilakukan karena tidak ada sumber air lainnya selain dari sungai tersebut. “Untuk mandi dan cuci pasti kita di sini (sunai, red). Kalau untuk mandi, harus gali kerikil lagi baru didiamkan baru ditimba ke jeriken,” sebutnya.

Sungai menurutnya benar-benar menjadi sumber kehidupan utama mereka, karena harus kemana lagi. “Sebenarnya ada bak penampungan, tapi sudah lama tidak ada isinya, jadi kita semua harus ke sini untuk bisa mendapatkan air,” akunya.

Di Balane sebutnya, sedikitnya terdapat 200 Kepala Keluarga yang sehari-harinya bergantung pada sungai itu. Jika banjir, terpaksa air sungai yang keruh didiamkan sedemikian rupa sampai jernih baru ditimba untuk diangkut ke rumah.

Mereka berharap, kesulitan air yang melanda desa yang terletak di lereng gunung Gawalise itu mendapat perhatian pemerintah karena menyangkut hajat hidup orang banyak. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here