Sri Sultan Hamengkubuwono X Silatuhrahmi dengan Warga Jawa di Sulteng

0
209
Dari kiri ke kanan: Wagub Sulteng Sudarto, Sri Sultan Hamengkubuwono X, GKR Hemas dan ketua KJST pada silaturahmi, Sabtu (17/10/2015). (Foto: Harold/Humas Pemprov Sulteng)
Dari kiri ke kanan: Wagub Sulteng Sudarto, Sri Sultan Hamengkubuwono X, GKR Hemas dan ketua KJST pada silaturahmi, Sabtu (17/10/2015). (Foto: Harold/Humas Pemprov Sulteng)

PALU – Sri Sultan Hamengkubowono X didampingi Gusti Kanjeng Ratu Hemas bersilaturahmi dengan Masyarakat Jawa se Sulawesi Tengah di Hotel Mercure, Sabtu(17/10).

Dari unsur Pemerintah Provinsi, dihadir Wakil Gubernur H. Sudarto, SH, M.Hum sementara dari KKJST(Kerukunan Keluarga Jawa Sulawesi Tengah) dihadiri Ketua Endro Surahmat, ATD dan sesepuh Wiwik Jumatul Rofiah.

Kedatangan Sri Sultan disambut baik Wagub Sudarto, sebab Masyarakat Jawa di Sulteng menurutnya sangat merindukan kesempatan tatap muka dengan Sri Sultan untuk menyampaikan langsung uneg-unegnya.

Panitia pun memberi masing-masing satu kesempatan pada perwakilan Masyarakat Jawa dari tiap kabupaten/kota untuk beruneg-uneg.

Banyak hal yang disampaikan ke Sri Sultan, diantaranya dari Kab. Parigi Moutong yang melaporkan kegotong royongan Masyarakat Jawa dengan Pemkab Parimo dalam memeriahkan Sail Tomini 2015 yang lalu.

“Alhamdulillah Sri Sultan, dalam Karnaval Budaya Kami berhasil meraih juara 1,” ujar perwakilan itu.

Lain lagi dengan wakil Kab. Tolitoli yang kebetulan mewakili Masyarakat Jawa transmigran yang minta bantuan gamelan dan bimbingan teknis dalam mengembangkan potensi di wilayahnya pada Sultan.

“Kami belum tersentuh dan harapannya sama dengan yang lain,” pinta perwakilan itu.

Dari sekian pertanyaan, ada satu yang menarik yaitu saat Sri Sultan ditanya alasannya mengapa tak berminat nyapres pada Pilpres yang lalu.

“Saya ini sudah terlanjur janji dengan orangtua sebelum wafat yaitu Saya harus bisa mengayomi semua orang, tidak boleh melanggar peraturan negara, berani mengatakan yang benar dan yang salah dan keempat tidak boleh punya ambisi apapun selain mensejahterakan masyarakat tanpa membeda-bedakan,” beber Sultan tentang alasannya.

Terkait dengan Pilkada serentak di Sulteng, Sri Sultan minta supaya KKJST tetap solid dan berfungsi sosial kemasyarakatan bukan dijadikan alat politik mencari dukungan.

“Setiap anggota punya pilihan politik jadi monggo (silahkan) kalau mau dukung sesama calon dari Jawa yah silahkan, gunakan hak pribadi, jangan golput,” pesannya.

Mengakhiri pesan-pesannya, Sultan minta KKJST tetap utuh dan memberi manfaat bagi masyarakat. “Hanya dengan kekompakkan dan kebersamaan itulah tidak akan menimbulkan kelompok-kelompok dalam organisasi,” tandas Sri Sultan.

Usai pertemuan, acara dilanjutkan santap siang bersama di Restoran Heni Putri Kaili. Sorenya, Sultan diagendakan melakukan peletakkan batu pertama pembangunan Gedung Sekretariat KKJST dan Asrama Pemuda Jawa di Lagarutu serta malamnya menyaksikan pertunjukkan wayang di Halaman Kantor TVRI Sulteng. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here