Status Nonaktif STIE Panca Bhakti dan Unisa Belum Berubah

PALU – Status dua perguruan tinggi di Palu yakni STIE Panca Bhakti dan Universitas Alkhairat (Unisa) Palu masih ditetap dinyatakan non aktif oleh Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT). Kedua perguruan tinggi itu masih tercantum dalam laman forlap Dikti dengan status nonaktif.

Update yang dilakukan pada Senin (12/10/2015) menunjukkan dari 51 perguruan tinggi di Sulteng, hanya kedua kampus tersebut yang dinyatakan nonaktif, meskipun diketahui terdapat beberapa kampus yang tidak memiliki mahasiswa namun statusnya aktif.

Dari laman itu juga diketahui, terdapat 243 kampus yang diberi sanksi nonaktif, namun telah berkurang menjadi 221 kampus. Ada 11 kampus yang dihapus atau berhenti beroperasi, 12 kampus diaktifkan kembali, dan satu kampus lagi dinyatakan nonaktif.

Sementara itu sejumlah mahasiswa dari kedua perguraun tinggi swasta itu tidak bisa menyembunyikan kegusarannya atas status nonaktif kampusnya.

Fikar, salah seorang mahasiswa jurusan Manajemen Unisa Palu mengaku ia bersama beberapa temannya sudah melayangkan surat ke rektorat. Surat itu meminta dan upaya rektor terkait sanksi nonaktif yang dialamatkan ke kampusnya itu. Sayangnya katanya, surat itu hingga kibi tidak ditanggapi pihak rektorat.

Ia malah mengaku justeru mendapat kabar bahwa rektor Unisa akan segera menyelesaikan masalah itu secepatnya dalam minggu ini juga melalui media. Masalahnya lanjut Fikar lagi, hingga hari ini, penyelesaian dimaksud belum terlaksana, terbukti dengan status Unisa yang masih nonaktif.

Terhadap STIE Panca Bhakti, keresahan mahasiswa juga mencuat, terutama bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan studinya. Itu beralasan karena bagi kampus yang nonaktif, selain tidak diperkenankan menerima mahasiswa baru, juga tidak boleh mewisuda mahasiswanya.

Salah seorang mahasiswa menyebutkan, dirinya diminta oleh yayasan agar tidak terpengaruh dengan status nonaktif tersebut dan tetap melaksanakan proses akademik. “Kita hanya bisa berdoa agar persoalan yang melilit kampus ini segera teratasi. Tapi itu tidak cukup karena kami terus dibayangi dengan penyelesaian studi yangs udah smeakin dekat. Kalau kami tidak bisa diwisuda, siapa yang bertanggungawab,” lanjutnya. (ben/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here