Mantan Waket DPRD Sulteng Terisak di Pengadilan

0
156

PALU – Mantan Wakil Ketua (Waket)  DPRD Sulteng periode 2004-2009, Haelani Umar terisak saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Palu, Senin (12/10/2015) atas kasus yang menjeratnya. Ia disangka melakukan korupsi atas proyek di PDAM Poso.

Isak tangis Haelani terjadi saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) memintanya menjelaskan kronologi sehingga terjadi kerjasama proyek dengan PDAM Poso.

“Sebagai anak daerah yang lahir dan besar di Poso, saya terpanggil untuk membantu daerah saya. Kasihan Kabupaten Poso setelah dilanda kerusuhan,”ujar Haelani tertunduk sedih sembari menyeka air matanya.

Ia mengaku, tahun 2010 lalu dirinya dipanggil ke kantor PDAM Poso yang saat itu Amdjad Lawasa menjabat sebagai Plt Direktur PDAM Poso. Ia diminta membantu operasional PDAM Poso dalam halstok air.

Haelani mengungkapkan PDAM Poso menggunakan kimia tawas untuk menetralkan stok air yang akan dialirkan ke warga. Tawas kimia itu dipakai dulu baru dibayarkan kepadanya. “Sebagai anak daerah, saya ikhlas dicicil pembayaran tawas-nya. Apalagi, saya telah terikat kerja sama sejak 2010 hingga 2013,”jelas Haelani.

Kimia tawas itu dibeli dari Surabaya lalu dikirim ke Poso melalui Palu. Haelani megaku, keuntungan dari setiap kilogram dari kimia tawas itu hanya Rp.1.000.

Saat ditanay oleh majelis hakim, ia mengaku dibebani fee dari setiap proyek yang dikerjakan. Takhanya itu, ia juga menjamu tamu-tamu PDAM dari Jakarta,seperti hotel dan akomodasi serta transportasinya.

Sementara itu, Husni salah seorang terdakwa lainnya dalam kasus itu membantah pernyataan Haelani. Ia mengaku tidak pernah memerintahkan Haelani untuk menyetor fee proyek yang dikerjakan. Meski begitu, Husni mengaku pernah berpesan kepada bendahara PDAM Poso, agar jika ada uang ucapan terima kasih dari Haelani diambil dan disimpan saja.

Bantahan Husni itu membuat majelis hakim geleng-geleng kepala karena di antara kedua terdakwa tersebut saling berbantahan dan tidak mengakui keterangannya.

Sementara itu, mantan Bupati Poso, Piet Inkiriwang yang oleh hakim diperintahkan hadir pada sidang sebelumnya tidak hadir. Majelis meminta Piet dihadirkan untuk meng-cross check pernyataan saksi yang menyebut-nyebut mantan bupati Poso itu ikut menerima dana pada kasus korupsi PDAM Poso itu.  (ben/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here