Ratusan Transmigran di Poongan-Buol Minta Dipulangkan

0
220
ilustrasi perumahan transmigran
ilustrasi perumahan transmigran

BUOL – Ratusan transmigran yang berdiam di Desa Poongan Kecamatan Bokat  Kabupaten Buol, meminta untuk dipulangkan ke daerah asalnya. Pasalnya, setelah sekian tahun ditempatkan di desa tersebut, mereka tak bisa mengolah lahan pertanian yang diberikan karena terjadi tumpang tindih penguasaan lahan oleh salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Tak hanya meminta dipulangkan, mereka juga meminta kompensasi atau ganti rugi atas sejumlah penghasilan yang tidak bisa diperoleh selama berdiam di tempat penempatan tersebut.

”Saya sudah berkali-kali didatangi warga transmigan yang mempertanyakan kejelasan status mereka yang hanya dijanji-janji pemerintah, ”ungkap Kepala Desa (Kades) Poongan Kecamatan Bokat, Paramadeng S Lajalani, Jumat (31/7) seperti dilansir oleh Radar Sulteng.

Kades  mengatakan, kekesalan warga itu sudah mencapai puncaknya karena sudah berkali-kali dilakukan penyelesaian untuk segera membatalkan izin lokasi yang diperuntukan bagi perusahaan tersebut namun tidak diindahkan oleh pemerintah.

Dikatakan, pemerintah desa sudah melakukan upaya-upaya baik melalui surat maupun dengan penyelesaian yang melibatkan tim 9 bentukan Pemkab Buol, namun hingga saat ini tidak ada kejelasannya.

Diungkapkan, kurang lebih 500 KK yang memiliki lahan yang masuk dalam izin perusahaan tersebut termasuk lahan warga lokal yang seharusnya sudah dikelola menjadi lahan pertanian.

”Saya sudah berupaya untuk memberikan penjelasan kepada warga, namun mereka tetap meminta agar
Pemerintah Provinsi maupun Bupati Buol untuk segera menyelesaikan permasalahan ini. Untuk memastikan lahan yang menjadi hak mereka dikuasai sepenuhnya, bukan dialih fungsikan kepada perusahaan, ” sebut Paramadeng. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here