KEK Palu Tunggu Pelimpahan Wewenang

Sudaryano Lamangkona. (foto: dok. pribadi)
Sudaryano Lamangkona. (foto: dok. pribadi)

PALU – Investor yang akan menanamkan modalnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu harus bersabar dulu karena untuk berinvestasi di kawasan itu harus menunggu selesainya pelimpahan wewenang pemerintah pusat ke Pemerintah Kota Palu yang saat ini sedang berjalan.

“Sudah ada sekitar 39 perusahaan yang menyatakan akan menanamkan modalnya di KEK Palu, tetapi agar bisa benar-benar berinvestasi masih harus menunggu pelimpahan itu,” aku Kepala Badan Adminstrasi KEK Palu, Drs Sudaryano Lamangkona MSi, Rabu (29/7/2015).

Pelimpahan itu kata Sudaryano yang akrab disapa dengan Anno itu, terutama mencakup perizinan. Perizinan itu sebutnya harus dilakukan di tingkat pusat. “Kewenangan pusat itulah yang nantinya dilimpahkan ke Palu,” sebutnya.

Menurutnya, proses pelimpahan kewenangan itu menjadi demikian alot karena pemerintah pusat menimbang-nimbang bagian mana dari kewenangan perizinan itu yang bisa dilimpahkan ke daerah dan bagian mana yang tetap harus di pusat. Semisal industri strategis, mesti ada kajian khusus apakah cukup di daerah ataukah harus di pusat.

Disebutkan, kalau pelimpahan kewenangan itu sudah dilakukan termasuk rincian-rinciannya, maka pihaknya akan lebih mudah melangkah. “Sekarang sudah ada 39 investor yang siap masuk di KEK Palu, tapi kita belum tahu di bagian mana kewenangan kita. Makanya kita sebut dulu calon investor, kalau sudah ada patronnya baru kita sebut investasi,” imbuhnya.

Sembari menunggu pelimpahan kewenangan itu lanjut Anno, ia berharap penyiapan infrastruktur bagi KEK Palu dapat juga berlangsung. Untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur itu, ada beberapa kemneterian yang terlibat di dalamnya yakni perindustrian, pekerjaan umum, dan kementrian perdagangan.

Seperti diketahui, Palu ditetapkan sebagai salah sau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bersama tiga kota lainnya di Indonesia semasa SBY menjabat sebagai presiden RI. KEK itu dibentuk agar terjadi percepatan pembangunan terutama di bidang ekonomi dan diharapkan terjadi multiplier effect atas kehadirannya. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here