Home Peristiwa Berita Utama Warga Sulteng Diimbau Tidak Terprovokasi Kejadian di Tolikara Papua

Warga Sulteng Diimbau Tidak Terprovokasi Kejadian di Tolikara Papua

Dari kiri ke kanan: Ketua Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng, Jamaludin Mariajang – Danrem 132 Tadulako, Kol.Inf. Herianto Syahputra – Wagub Sulteng, Sudarto – Kakanwil Kemenag Sulteng, Zulkifli Tahir – Kapolres Palu, AKBP Basya Radyananda memipin rapat koordinasi lintas agama di Palu, Rabu (22/7). Rapat koordinasi itu digelar untuk membangun kesepahaman sekaligus secara bersama-sama berusaha menghindari efek negatif dari kasus Tolikara Papua ke daerah-daerah, terutama di Sulawesi Tengah dan menyerukan tidak terpancing dengan informasi-informasi yang provokatif. (foto:beritapalu.com)

PALU – Forum Komunikasi Umat Beragama (FUKB) Sulawesi Tengah mengimbau seluruh warga agar tidak terprovokasi dengan kerusuhan yang terjadi di Karubaga, Tolikara, Papua pada hari Idul Fitri 1436, Jumat (17/7/2015) lalu. Forum itu bahkan menyerukan kepada semua umat beragama agar tetap memelihara kondisifiitas kerukunan yang sudah berjalan baik saat ini.

Demikian salah satu rekomendasi yang dikeluarkan oleh FKUB saat digelar rapat koordinasi yang diikuti sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan FKUB Sulteng, Rabu (22/7/2015). Pertemuan itu difasilitasi  Kanwil Kemenag Sulteng dan dihadiri Wagub Sudarto, Danrem 132 Tadulako Kol.Inf Herianto Syahputra, Kapolres Palu AKBP Basya Radyananda dan Kakanwil Kemenag Sulteng Zulkifli Tahir dan Ketua FKUB Jamaduddin Mariadjang.

Pertemuan itu digelar untuk mengantisipasi agar warga masyarakat tidak terpancing dengan kejadian di Karubaga Tolikara. “Jangan terprovokasi. Sulawesi Tengah yang sudah aman dan tenteram harus tetap kita jaga. Toleransi beragama tetap kita dipertahankan”, ujar Wagub.

Kakanwil H. Zulkifli  Tahir juga mengharapkan semua tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat bisa menenangkan warganya, agar tidak terpancing dengan kejadian di Tolikara, sehingga hubungan antar-umat beragama di Provinsi Sulawesi Tengh tetap terjalin dan dijaga.

Pada pertemuan itu, semua tokoh agama yang hadir menyesali terjadinya kerusuhan di Tolikara Papua tersebut. Katanya, itu benar-benar mencederai toleransi yang sudah terbangun dengan baik. Peserta bersepakat menyerahkan kepada pihak berwajib dan Pemda setempat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sesuai hokum yang berlaku.

“Kita percaya niat baik pemerintah dan aparat keamanan untuk menyelesaikan persoalan ini dengan baik,” sebut salah seorang peserta.

“Saya ini Kristen, tapi setengah dari keluarga saya adalah muslim. Biarlah aparat yang menyelesaikannya disana, dan mari kita tetap jaga hubungan baik kita disini,” ujar peserta lainnya.

“Saya ini Muslim dan saya bertetangga dengan Protestan, Katolik dan Budha. Tapi hubungan saya dan mereka sangat baik. Jangan kita terpancing lalu merusak hubungan yang sudah sangat baik ini,” sambung peserta lainnya.

Usai pertemuan, para tokoh agama tersebut saling berjabat tangan dan bahkan saling berangkulan. “Kedekatan emosional seperti ini yang harus kita jaga. Jangan karena peristiwa di Tolikara itu yang membuat hubungan yang baik ini menjadi tercabik-cabik,” komentar salah seorang peserta lainnya menyaksikan suasana yang menyatu usai pertemuan tersebut. (afd)

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version