Satpol PP “Garuk” Lapak Kaki Lima di Pasar Manonda

0
169

PALU – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Palu unjuk kekuatan di pasar tradisional Manonda, Senin (8/6/2015). Ratusan lapak pedagang kaki lima yang tersebar di sekitar pasar terbesar di Kota Palu itu “digaruk”. Zero tolerance, pokoknya semua lapak yang dinilai mengganggu ketertiban dibongkar paksa.

Puluhan petugas berseragam coklat muda itu menyisir sejumlah area di sekitar pasar mulai dari perempatan jalan Kemiri memutar hingga jalan Kacang panjang dan Jalan Labu. Lapak yang umumnya terbuat dari kayu itu dibongkar oleh petugas. Beberapa perlengkapan pedagang juga tampak diangkut ke dalam kendaraan Satpol PP.

“Pokoknya tidak ada toleransi lagi. Sudah beberapa kali kita melakukan penertiban, tapi mereka kembai lagi berjualan di sini. Sekarang kita tegas, siapapun itu, lapak yang mengganggu ketertiban kita bongkar paksa,” ujar salah seorang personel Satpol PP.

Sejumlah pedagang tampak bermohon untuk tidak dibongkar paksa lapaknya, namun petugas menolak dan memerintahkan anggotanya melakukan pembongkaran. Ketegasan itu membuat sejumlah pedagang yang belum kena giliran pembongkaran segera membongkar lapaknya sendiri.

“Supaya adil, saya minta semua pemilik lapak membongkar lapaknya sendiri sebelum kami yang membongkarnya,” ujar salah seorang petugas dari pembesar suara.

Sementara itu, sejumlah warga yang menyaksikan penertiban paksa lapak itu menanggapi sinis. “Sekarang dibongkar, besok jualan lagi. Ini kan sudah rutin dilakukan,” ujar Tamrin, salah seorang warga Palu Barat.

“Ini seperti main kucing-kucingan saja, ada petugas, yah dibongkar, kalau petugasnya pergi, yah jualan lagi,” sebut warga lainnya.

“Supaya ini tidak terkesan melaksanaan kewajiban rutin saja, ada baiknya petugas ditempatkan di pasar ini, atau petugas setiap hari melakukan patroli agar pedagang tidak berjualan lagi di tempat yang dilarang,” kata Rahman, salah seorang warga menyarankan. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here