Home Indeks Pengendalian Schistosomiasis, Gubernur Sulteng “Marahi” SKPD

Pengendalian Schistosomiasis, Gubernur Sulteng “Marahi” SKPD

Longki Djanggola. (foto: dok.)

PALU – Gubernur Sulteng, Longki Djanggola tidak main-main dalam hal pengendalian penyakit schistosomiasis. Tidak semata karena penyakit itu endemic sehingga banyak disorot, tapi melainkan juga karena menyangkut keterpaduan program penanganan.

Makanya dalam kesempatan berkunjung ke daratan Napu, tepatnya di Desa Wuasa, Lore Lindu belum lama ini, Longki sempat “memarahi” Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terlibat dalam program itu.

Dihadapan beberapa pimpinan SKPD terkait, Longki mengatakan, penaganan schistosomiasis oleh tim terpadu tidak cukup hanya memprogramkan, tetapi harus didukung pula dengan penganggaran. “SKPD baik provinsi maupun Kabupaten Poso, harus melahirkan program sekaligus menyusun anggaran untuk upaya prevalence schisto,” sebutnya.

‘’Jadi jangan berharap anggaran itu sentral dari APBD I atau dari APBD II, tetapi anggaran itu melekat di SKPD itu. Saya minta Dinas Kesehatan, tolong dilaporkan dinas-dinas mana yang sudah disepakati menyelenggarakan apa, melaksanakan apa, kemudian dia tidak menganggarkan,” tegas Longki dengan nada tinggi.

Gubernur mengaku, sesuai laporan yang diterima banyak dinas yang masuk dalam tim terpadu sama sekali tidak punya kepedulian dan tidak mau tahu dalam hal penanganan schistosomiasis. ‘’Tidak boleh lagi terjadi seperti itu. Dinas terkait yang masuk dalam tim terpadu, harus menanyakan program apa yang diberikan yang menjadi tanggung jawabnya,’’ kata Gubernur lagi sembari melihat ke kiri kanan para pimpinan SKPD.

Ia menyebutkan, salah satu program untuk pengendalian schistosomiasis itu adalah dengan mencetak sawah baru. Menurutnya, program itu bukan kerja satu instansi saja. Dinas lainnya harus ikut serta. “Bagaimana membuat sawah baru tapi tidak ada airnya. Pengairan harus terlibat disini,” tandasnya. (afd/*)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version