Jelang ke Sulteng, Syahrudin Buat Surat Terbuka Untuk Presiden Jokowi

0
189
Syahrudin A. Douw (foto: dok. pribadi)
Syahrudin A. Douw (foto: dok. pribadi)
PALU – Menjelang kedatangan Presiden RI, Joko Widodo yang dijadwalkan pada Jumat, 29 Mei 2015 mendatang, Direktur Jaringan Tambang (Jatam) Sulawesi Tengah, Syahrudin A. Douw membuat surat terbuka untuk Joko Widodo, Rabu (27/5/2015).
Surat terbuka yang juga dirilis ke beritapalu.com itu intinya meminta perhatian Presiden ke-9 itu terhadap banyak persoalan terkait dengan pertambangan di Sulawesi Tengah, terutama di Morowali.
Berikut isi surat terbuka tersebut :
Bapak Presiden Jokowi yang Baik.
Kabarnya, hari Jum’at tanggal 29 Mei 2015 akan mampir di Sulawesi Tengah setalah kunjungan di Sulawesi Utara (Manado), kabar yang mengejutkan lagi, bahwa kedatangan bapak Presiden akan langsung ke Morowali, untuk meresmikan pabrik Smelter milik PT. Sulawesi Mining Investment di Bahodopi.
Pak Presiden, kami kaget sebagai organisasi yang konsern pada advokasi tambang dan Lingkungan Hidup. kami tidak membayangkan, bagaimana mungkin Investasi tambang yang padat modal dan rakus tanah tersebut segera di resmikan? disatu sisi, perusahaan ini bermasalah dihulu.
Pak Presiden yang baik, perlu diketahui bahwa PT. Sulawesi Mining Investment (SMI) adalah perusahaan patungan antara Tsingshan Group dari Cina dan PT. Bintang Delapan Group. apakah bapak tahu, jika PT. Bintang Delapan Mineral sebagai pemegang Izin Usaha Pertambangan Nomor: 540.3/SK.013/DESDM/IV/2010 tentang Persetujuan Penyesuaian Kuasa Pertambangan (KP) menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi. hingga sekarang tidak mengantongi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Selain itu, Pak Presiden perlu ketahui, bahwa sawah petani Bahomakmur yang dahulu berproduksi, kini tak bisa lagi berproduksi karena sungai Bahodopi telah berwarna kemerahan dan tidak bisa lagi digunakan untuk bercocok tanam, akibatnya, 375Hektar sawah tidak bisa digunakan. Apakah Pak Jokowi tidak galau jika beras habis di pasaran? jika pak Presiden Galau, maka kami meminta Pak Jokowi selaku Presiden tidak meresmikan Pabrik smelter tersebut. melainkan memberikan teguran kepada PT. BDM agar memperbaiki kembali sungai yang mereka bongkar untuk kebutuhan bertani masyarakat desa Bahomakmur.
Yang terkahir, Pak Presiden juga harus tau, bahwa setiap hari masyarakat desa Bahomakmur yang rumahnya berdekatan dengan jalan Hauling yang dibangun oleh PT. BDM selalu menghirup udara yang tidak sehat, karena debu bertebaran akibat jalan hauling yang tidak pernah disiram oleh pihak perusahaan.
Semoga Pak Jokowi menunda peresmian pabrik PT. SMI ditengah masyarakat Indonesia akan merayakan hari Anti Tambang yang diperingati pada tanggal 29 Mei mendatang, Hari Anti Tambang sebagai refleksi untuk melawan lupa tragedi semburan Lumpur Lapindo yang pertama kali pada tanggal tersebut.
Salam,
Syahrudin A. Douw

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here