Soal Ternak Berkeliaran di Jalan, Satpol PP Salahkan Kelurahan

0
162
Ternak yang berkeliaran di jalan-jalan Palu. (foto: AntaraFoto)
Ternak yang berkeliaran di jalan-jalan Palu. (foto: AntaraFoto)

PALU – Pemandangan ternak berkeliaran di jalan-jalan di dalam Kota bukanlah hal baru. Cuma sayangnya karena sepertinya ada pembiaran dan tidak ada langkah-langkah konkrit untuk mengatasinya. Mengapa demikian?

Tapi menurut Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Kota Palu, Trisno Yunianto, sebenarnya yang mempunyai wewenang pertama kalinya itu jika ada hewan ternak berkeliaran di tempat umum ialah aparat kelurahan setempat. Jika ada ternak, tegas Trisno, amankan di kantor kelurahan dan setelah itu hubungi Satpol PP, nanti selanjutnya akan dibawa ke dinas Pertanian.

“Jadi yang pertama dalam penindakan Peraturan Daerah (Perda) itu adalah orang kelurahan. Mereka punya kewenagan untuk mengamankan ternak liar, yang penting barang bukti ada kita langsung ke lokasi,” kata Trisno belum lama ini.

Disebutkan, seharusnya kelurahan dan kecamatan harus berinisiatif tersendiri. Tidak hanya mengandalkan petugas dari Satpol PP untuk menindak ternak liar. “Mereka kan tahu, kalau ternak itu diamankan di kelurahan, kita ambil dan dikandangkan di Dinas Pertanian, orang yang mau tebus itu Rp.750 ribu untuk kambing dan Rp.2 juta untuk sapi, itu sudah sangat tegas,” ungkapnya.

Menurutnya, hewan ternak itu sangat berbeda dengan Pedagang Kaki Lama (PKL). Kerap kali turun ke lapangan tapi pulang dengan tangan hampa. Namun jika tidak turun malah hewan berkeliaran di mana-mana. “Itu fungsinya kelurahan, hewan tidak menetap lama di satu lokasi. Saat kita turun, ternaknya sudah tidak ada. Cobalah kelurahan yang lebih dulu amanakan itu ternak,” harapnya. (afd/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here