Polda Sulteng Ambil Alih Kasus Terbakarnya Kapal Tugboat

0
56
Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto. (foto: dok.)
Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto. (foto: dok.)

PALU – Masih ingat kejadian terbakarny akapal tugboat di salah satu dermaga di Desa Loli Oge awal Mei 2015 lalu. Kejadian yang mengakibatkan tewasnya 6 orang anak buah kapal  itu cukup sulit diungkap dan karenanya Polda Sulteng akan mengambilalih pengusutannya.

Pengambilalihan pengusutan dari Polres Donggala ke Polda Sulteng itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto. Kata Hari, pengambilalihan itu sesuai dengan Peraturan Kapolri, yakni bila kasusnya sulit maka dapat dilimpahkan ke tingkatan di atasnya yakni Polda.

“Kesulitan itu berada pada pihak-pihak yang harus dimintai keterangan, dan itu ada pada kewenangan Polda,” jelas Hari.

Hari menyebutkan, hingga saat ini belum diketahui sebab pasti penyebab terbakarnya kapal penarik tongkang tersebut. Ia mengaku, hasil uji laboratorium forensic Mabes Polri belum keluar. Jika hasil uji laboratorium itu sudah keluar, maka penyebabnya sudah bisa diungkapkan.

Ia menyebutkan, terkait dengan pengusutan kasus tersebut, pihaknya akan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan, termask dari pihak perusahaan pelayaran dan pemberi izin pelayaran.

“Para korban akan kita panggil juga, tapi kita masih harus menunggu mereka pulih karena masih dalam perawatan,” sebut Hari lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, enam orang ABK tewas dalam terbakarnya kapal tugboat tersebut. Keenam ABK itu adalah Supriyanto (29) warga Polewali Mamasa sebagai juru minyak, Viktor (49) warga Kelurahan Kabonena Palu  sebagai pembantu ABK (Polintir), Bajrul Rahman alias Ijul (20) warga Bangkep sebagai pembantu ABK (polintir). Rizal (24) warga Palopo Sulsel sebagai juru minyak. Hardi (29) warga Kelurahan Ganti Kecamatan Banawa sebagai masinis dan Supriansa alias Ansar (22) warga Bangkep sebagai juru masak. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here