PALU – Polisi akhirnya menangkap salah seorang pelaku pembacokan Hamsa (40) di lokasi tambang Poboya Palu. Penangkapan itu dilakukan enam jam setelah tindak kriminal itu terjadi. Pel lainaku berinisial MB, warga Kelurahan lasoani diringkus di rumahnya sekitar pukul 20.00 Wita. Empat rekannya yang lain dan diduga terlibat masih dalam perburuan aparat.

Pembacokan itu terjadi pada Sabtu (8/5/2015) lalu di lokasi tambang Poboya. Hamsa, warga Poboya menjadi korban dalam kejadian itu dengan luka di punggung. Korban dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan dan kakinya patah.

Hamsa mengaku, sekitar pukul 15:00 wita, pelaku bersama empat orang temannya datang meminta izin mengambil material yang ada dalam lubang yang dijaganya. Korban menolak nya karena di lubang itu masih ada kongsi yang sedang bekerja.

Menurutnya, tidak ada tanda-tanda sebelumnya kalau jawaban itu akan justeru menjadi awal tindak criminal itu, sebab pelaku juga terlihat biasa saja. Bahkan katanya, pelaku mengajak minum miras yang sengaja dibawa. Tapi itu ditolaknya karena korban lagi tidak ingin minum.

Beberapa saat kemudian, usai meneguk miras ketiga orang itu menghampirinya. MB yang sudah mabuk itu mengeluarkan kata-kata kasar dan menyebut sama sekali tidak kepada siapapun. Usai mengumbak kata kasar itu, dua rekan pelaku  melempar dirinya dengan batu dan mengenai perutnya dan sementara itu pelaku terus mendekati dirinya.

Saat itu korban menghunus pedangnya dan menebas ke arah pelaku dan mengenai tangan pelaku. Namun kedua teman pelaku maju dan menyerangnya. “Saya kena dua kali bacok di punggung,” sebutnya. Dan ketika melintas lubang dengan papan, dirinya terjatuh dan membuat kakiny apatah.

Kapolsek Palu Timur Kompol Esryati Ndese membenarkan penangkapan MB. Pelaku diringkus setelah sebelumnya menyerahkan diri dengan lembaga ada setempat.

Masih ada empat dugaan pelaku lainnya yang hingga kini masih dilakukan pengejaran. Keempat pelaku lainnya itu kata Kapolsek belum diketahui identitasnya.  Saat kejadian ke empat pelaku tersebut berada di TKP, namun belum diketahui apakah diantara mereka terlibat dalam aksi pembacokan itu ataukah tidak.

Menurut Heiryati motif dibalik pembacokan itu karena adanya rebutan lahan tambang, pelaku memaksa korban untuk memasuki lubang yang dijaga korban, namun korban tidak mengizinkannya. (afd/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *