PALU – Menyusul dibacoknya Hamsa (40), maka lembaga adat bersama Kelurahan Poboya sepakat untuk menutup lokasi tambang Poboya dari segala aktivitas pertambangan. Hal itu ditempuh untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya aksi susulan pasca kejadian tersebut.

Lurah Poboya, Hasanuddin Badong menyayangkan kejadian tersebut. Karenanya, langkah taktis itu dilakukan bersama lembaga adat. “Kita masih akan pertemuan lagi dengan lembaga ada di Kelurahan Lasoani, jangan sampai ada aksi susulan,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya akan mempertanyakan kepada lembaga adat di Lasoani yang beberapa waktu lalu menjanjikan akan menindak tegas warganya jika melakukan tindak criminal di lokasi tambang.

Ia juga meminta agar pelaku pembacokan yang saat ini masih berkeliaran di lokasi tambang segera ditangani. Karena hal itu sangat riskan dan bisa menimbulkan gejolak baru. “Saya imbau kepada warga Poboya agar tidak terprovokasi, biarkan masalah ini ditangani oleh Polisi dan menindaknya sesuai hukum yang berlaku,” harapnya.

Ia tidak menyebutkan sampai kapan kesepakatan lokasi tambang poboya itu dibuka kembali. (afd/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *