Pemda “Cueki” Longsor Di Desa Lembantongoa Palolo

0
174

SIGI – Hingga saat ini, akses menuju dan keluar dari desa Lembantongoa Kec. Palolo Kab. Sigi tertutup total akibat longsor yang terjadi  pada Rabu (29/4/2015) lalu. Ironisnya, sudah satu minggu bencana itu melanda, namun belum ada penanganan dari pemerintah daerah setempat. Bahkan Kondisi jalan masih seperti sejak awal belum, bisa dilewati kendaraan roda empat.

Warga hanya bisa membuka jalan agar bisa dilewati motor karena banyaknya tumpukan material, ujar Dedy, tokoh pemuda Lembantongoa.

Warga berharap agar pemerintah daerah melalui dinas PU bisa sesegera mungkin turun melihat langsung kondisi di lapangan.

“Sebab yang kasihan adalah warga. Seluruh aktifitas warga menjadi terhambat karena sulit melewati jalan tersebut. Apalagi untuk memasarkan hasil produksi pertanian,” sebutnya.

“Jadi bisa dibilang aktifitas ekonomi desa Lembantongoa menjadi terhambat. Biasanya diangkut pakai mobil atau pedagang yang datang langsung membeli. Saat ini menjadi tidak bisa lagi”, tegas Ketua Karangtaruna Lembantongoa tersebut.

Menyikapi kondisi di Desa Lembatongoa itu, Muh. Masykur, anggota DPRD Prov Sulteng mendesak kepada Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Bina Warga agar segera menurunkan alat berat ke lokasi longsor.

“Kami nilai aneh, masa sudah seminggu ini sama sekali belum ada upaya-upaya respon cepat dari Pemda. Ini sama halnya bentuk cuek atau seolah-olah tidak peduli dengan apa yang terjadi di masyarakat,” sebut Masykur.

Menurutnya, masalah ini terjadi sampai berlarut-larut karena kurangnya koordinasi antarpemerintah kabupaten dan provinsi. “Padahal mestinya hal-hal seperti ini tidak perlu terjadi,” lanjutnya.

Karena tidak ada hambatan berarti terkait koordinasi antar pemerintah daerah. Apalagi faktor jarak antara Kab. Sigi dan Ibu Kota tidak jauh. “Oleh karena itu, kami berharap masalah ini bisa secepatnya diselesaikan agar aktifitas warga kembali bisa normal,” harapnya. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here