Nasib Getir Muslim Xinjiang Ditekan Pemerintah China

0
169

CHINA – Warga muslim di Provinsi Xinjiang, China, tahu betul seperti apa rasanya menjadi kelompok minoritas di negeri yang dikuasai Partai Komunis.

Beijing kerap menuding warga Xinjiang sebagai dalang di balik sejumlah kekerasan di Negeri Tirai Bambu. Apa sesungguhnya yang menjadi alasan mereka melawan pemerintah China?

Sejarah mencatat warga Xinjiang yang terletak di sebelah barat China itu memang mayoritas dihuni oleh pendatang dari Turkistan Timur bertenis Uighur. Sejak 1940 mereka mengajukan permohonan merdeka namun selalu ditolak pemerintah China.

Beijing lantas terus menekan kehidupan warga muslim Uighur di Xinjiang dengan sejumlah peraturan ketat, seperti larangan berpuasa di bulan Ramadan buat meredam kehidupan beragama mereka.

Pegawai negeri dan siswa juga dilarang ambil bagian dalam kegiatan keagamaan, seperti dilansir situs Asia One, Juli tahun lalu.

Pejabat berwenang beralasan kebijakan ini untuk menjaga stabilitas negara selama Ramadan. Seruan untuk tidak berpuasa bagi warga Xinjiang itu disampaikan melalui situs resmi Pemerintah Provinsi Xinjiang. Untuk menjamin seluruh muslim Uighur tidak berpuasa, pejabat komunis saban siang membagikan makanan ke seantero Xinjiang, seperti dilansir stasiun televisi Aljazeera (2/8/2012).

Kaum wanita juga dilarang memakai cadar dan kaum laki-laki tidak boleh memelihara jenggot.

Ratusan kali China mendapat kecaman dari pelbagai kelompok hak asasi soal ini, seperti Human Rights Watch membuat tekanan agar Negeri Tembok Raksasa itu mengakhiri kampanye penindasan agama pada muslim Uighur. Namun China membantah mereka menekan Islam. Mereka hanya ingin menghentikan kekuatan separatisme, terorisme,dan ekstremisme agama di wilayah itu. (merdeka.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here