Danrem: Tidak Ada Anggota TNI yang Kena Tembak di Poso

0
194
Danrem 132 Tadulako, Kol. (inf) Ilyas Alamsyah. (foto:dok.)
Danrem 132 Tadulako, Kol. (inf) Ilyas Alamsyah. (foto:dok.)

PALU – Komandan Korem 132 Tadulako, Kolonel Inf Ilyas Alamsyah membantah jika ada anggotanya yang kena tembak saat terjadi kontak senjata dengan Orang Tak Dikenal (OTK) yang diduga kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di lembah Gunung Biru pada Minggu (26/4/2015) lalu.

Saat dikonfirmasi, Ilyas mempertanyakan soal informasi anggota TNI AD dari kesatuan Yonif 502/Kostrad yang dimaksudkan terkena tembak itu. “Tidak ada satupun anggota TNI yang menjadi korban. Itu informasi dari mana? Tidak benar itu. Boleh dicek sendiri,” kata Danrem.

Sementara itu Kapenrem 132 Tadulako, Mayor (inf) Irza Faily yang juga dihubungi mengaku tidak ada anggotanya yang korban. “Tidak ada yang kena tembak. Bisa di cek.,” jelas Irza.
Salah seorang anggota TNI AD juga menyebutkan, tidak ada satupun rekannya yang tertembak. “Saya sampai jam 12 malam di Tamanjeka. Tidak ada satu pun anggota TNI yang di evakuasi ke kampung Tamanjeka karena luka tembak. Apalagi sampai di evakuasi ke rumah sakit. Itu tidak benar. Semua anggota turun kampung (Tamanjeka) dalam keadaan sehat dan baik,” tandasnya.

Sebelumnya tersiar informasi di kalangan warga Poso bahwa salah seorang anggota Yonif 502 Kostrad Malang Jawa Timur terlibat kontak senjata dengan kelompok sipil bersenjata pimpinan Santoso pada Minggu (26/4/2015) yang mengakibatkan Prada Hatta tertembak.

Kontak tembak itu terjadi saat Kompi B yang beranggotakan Sembilan personel ber patroli di wilayah Gunung Biru. Tembakan masing-masing terjadi dua kali dari arah kanan jalan tim patroli jalan kaki TNI dan rentetan tembakan dari arah kiri jalan. Saat itulah terjadi baku tembak yang mengakibatkan Prada Hatta terluka tembak dilengan kiri.

Informasi itu kemudian dibantah oleh petinggi TNI AD bahwa hal itu tidak benar. (afd/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here