2015, Ekonomi Sulteng Diharap Tumbuh 12-15 Persen

PALU – Selama tahun 2014, terjadi pelambatan pertumbuhan ekonomi hingga 5,11 persen. Pelambatan itu antara lain disebabkan oleh menurunnya kegiatan pertambangan dan galian akibat aturan baru mengenai ekspor bahan mineral.

Hal itu juga dikaui Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, belum lama ini. Bahkan Longki menyebutkan secara spesifik bahwa penyebabnya adalah adanya perubahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23/2010 menjadi PP Nomor 1/2014 tentang Kegiatan Pertambangan Mineral dan Batubara.

Walau demikian lanjut Gubernur Longki, realisasi pertumbuhan ekonomi daerah ini masih cukup bagus, yakni berkisar di angka 9,09 persen. Angka itu jauh lebih bagus dari rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya berada pada angka 5,02 persen.

Untuk tahun 2015, Longki optimis ekonomi Sulteng akan tumbuh signifikan hingga mencapai angka dua digit. “Besarannya kira-kira antara 12 sampai 15 persen,” sebutnya. Optimisme itu ditopang oleh investasi dan realisasi ekspor mineral berupa nikel oleh PT. Bintang Delapan Mineral (BDM) yang saat ini sedang mempersiapkan smelternya di Morowali. Begitu pula dengan ekploitas gas alam cair oleh PT. Donggi Senoro pada 2015 ini.

Tak hanya dua perusahaan besar itu yang diharapkan akan ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah ini. Kawasan Industri Palu (KIP) yang terus berbenah dan mengadakan sejumlah fasilitas pendukungnya termasuk pelabuhan juga diharapkan memberi kontribusi bagi pertumbuhan tersebut.

Tak kalah pentingnya adalah Kawasan Industri Morowali (KIM) yang oleh pemerintah pusat bahkan mendapat perhatian khusus untuk dikembangkan lebih jauh. “Semua ini yang menjadi landasan oprimisme kita bahwa daerah bisa tumbuh lebih baik lagi di 2015,” sebut Longki. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here