Lenggok Gemas di Lomba Kebaya Kartini Cilik Palu

0
177
Seorang bocah mengikuti lomba kebaya kartini yang dilaksanakan di Palupi Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (26/4). Lomba Kebaya Kartini yang digelar oleh Forum Pemberdayaan Perempuan itu dimaksudkan untuk menanamkan semangat Kartini di kalangan anak-anak perempuan. beritapalu.com/Basri Marzuki
Seorang bocah mengikuti lomba kebaya kartini yang dilaksanakan di Palupi Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (26/4). Lomba Kebaya Kartini yang digelar oleh Forum Pemberdayaan Perempuan itu dimaksudkan untuk menanamkan semangat Kartini di kalangan anak-anak perempuan. beritapalu.com/Basri Marzuki

PALU – Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Sulawesi Tengah punya cara sendiri untuk menanamkan semangat Kartini kepada anak-anak, khususnya anak perempuan, yakni dengan menggelar lomba Kebaya Kartini khusus anak.
Lomba yang digelar di kompleks BTN Palupi pada Minggu (26/4/2015) pagi itu dikuti puluhan anak yang berdiam di sekitar kompleks tersebut.
Heboh dan lucu ketika sejumlah anak dan bocah itu tampil di atas panggung acara yang dibuka oleh Kadis Pemberdayaan Perempuan Kota Palu, Irmayanti SH. Bagaimana tidak, lenggak dan lenggok anak yang berpakaian kebaya ala Kartini memantik kegemasan sejumlah penonton yang menyaksikan lomba tersebut.
“Ini sangat kita apresiasi, karena dengan demikian menanamkan semangat Kartini kepada anak-anak,” ujar Irmayanti saat pembukaan lomba tersebut.
Menurut Irmayanti, penanaman semangat Kartini perlu dilakukan agar sedari dini mereka bisa mengenali diri dan karakternya serta berusaha untuk berbuat, baik untuk dirinya maupun untuk kemajuan bangsa. “Kalau dari kecil mereka sudah ditanamkan semangat Kartini seperti ini, kelak jika mereka besar akan mampu memosisikan diri di tengah-tengah masyarakat,” sebutnya.
Pemeo bahwa perempuan harus di dapur tidak berlaku lagi dan kini para perempuan Indonesia dapat mengambil peran yang lebih besar bersama-sama laki-laki. “Meski begitu, kodrat perempuan juga tidak boleh ditanggalkan,” imbuhnya.
Emansipasi menurutnya adalah kesetaraan dalam batas-batas tertentu yang tidak menyalahi kodrat.
Sementara itu, selain lomba kebaya kartini cilik, sejumlah ibu-ibu juga mengambil bagian dengan mengikuti lomba kebaya kartini muslimah. Puluhan ibu-ibu juga mengambl bagian dalam lomba tersebut. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here