beritapalu Bersama KNPI Palu Gelar Diskusi Publik Soal Serikat Pekerja

0
4232
Suasana diskusi publik Penguatan dan Pengorganisasian Serikat Pekerja kerjasama beritapalu.com dengan KNPI Kota Palu di Restoran Kembang Joyo, Palu, Jumat (24/4/2015) malam. (foto:istimewa)
Suasana diskusi publik Penguatan dan Pengorganisasian Serikat Pekerja kerjasama beritapalu.com dengan KNPI Kota Palu di Restoran Kembang Joyo, Palu, Jumat (24/4/2015) malam. (foto:istimewa)

PALU – Portal beritapalu.com bekerjasama dengan KNPI Kota Palu menggelar diskusi publik bertajuk Pengorganisasian dan Penguatan Serikat Pekerja di Restoran Kembang Joyo Pau, Jumat (24/4/2015) malam.
Sejumlah nara sumber berkompeten hadir pada diskusi tersebut seperti Hakim Ad Hoc Perselisihan Buruh Pengadilan Negeri Palu, Abdul Malik Bram SH, MH, Ketua Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBI), Hariyanto, Kepala Bidang Perburuhan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulteng, Joko Pranowo, Kepala Bidang Pelayanan TK Dinas Sosial dana Tenaga Kerja Palu, Maswati, Ketua DPD Apindo Sulteng, Arthur Pangemanan.
Hadir pula mantan Ketua Serikat Pekerja TPI, Yesiah Erick Tamalagi dan sejumlah perwakilan buruh, media, organsasi non pemerintah, kalangan mahasiswa, organisasi pemuda juga tampak dalam diskusi tersebut, termasuk anggota DPRD Sulawesi Tengah, Edmon Leonardo Siahaan.
Sekretaris KNPI Kota Palu, Rahmat Hidayat menyebutkan, diskusi publik dengan tema sentral tentang serikat pekerja itu sengaja digelar bersama beritapalu.com karena dari seluruh angkatan kerja yang ada di Sulawesi Tengah dan lebih khusus Kota Palu, sebagian besarnya adalah pemuda.
diskusi-2“Ini adalah juga menjadi tanggung jawab kami, karena mereka juga pemuda. Kami harus mendorong penguatan serikat pekerja tersebut agar para pekerja benar-benar dapat melaksanakan pekerjaannya dan di sisi lain mereka mendapatkan haknya sesuai dengan peraturan,” sebutnya.
Diskusi yang dipandu oleh Abdee K. Mari dan ditayangkan di Radar TV itu mengungkap banyak hal sekitar masalah yang terjadi pada faktanya di tubuh serikat pekerja. Joko Siswono mengakui bahwa jumlah serikat pekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Sulteng masih jauh lebih kecil dibanding jumlah perusahaan itu sendiri. “Padahal 10 orang pekerja salja dalam sebuah perusahaan sudah bisa membentuk serikat pekerja,” imbuhnya.
Masalah yang ditemui lanjut Hariyanto, ada kecenederungan di antara para pekerja, bahwa seolah-olah hadirnya serikat pekerja di perusahaan menjadi kuburan bagi pekerja itu sendiri. Dia melihat, posisi serikat pekerja menjadi lawan atau musuh bagi perusahaan. Mestinya katanya, serikat pekerja adalah mitra bagi perusahaan. “Ada ketakutan di antara pekerja sehingga takut membuat serikat pekerja,” ujarnya.
diskusi-3Padahal, imbuh Yesiah Erick Tamalagi, serikat pekerja akan memiliki posisi tawar yang besar terhadap manajemen perusahaan jika diposisikan secara benar. Ia mengisahkan pengalamannya menjadi ketua serikat pekerja di TPI selama 12 tahun. “Yang terjadi adalah bahwa serikat pekerja ini memiliki bargaining yang besar terhada perusahaan. Sehingga untuk mengambil keputusan yang terkait dengan tenaga kerja, perusahaan harus meminta pandangan serikat pekerja lebih dulu,” jelas Erick.
Selama tahun 2014, sedikitnya 130-an kasus perselisihan industrial yang masuk di Dinas tenaga kerja setempat. Sekitar 90 persen diantaranya diselesaikan secara bipartit antara perusahaan dengan tenaga kerja melalui mediasi dinas tenaga kerja. Selebihnya dilanjutkan ke tingkat tripartit, yakni diselesaikan melalui sidang perburuhan di Pengadilan Negeri Palu.
diskusi-4“Jadi ini cukup bagus karena sebelum melangkah ke tripartit, sudah ada upaya penyelesaian bipartit lebih dulu. Ini yang sesungguhnya kita harapkan agar jangan semua perselisihan buruh itu langsung ke meja hijau. Bipartit ini memang harus mengambil peran yang besar, karena disitulah semangat demokrasi kita,” timpal Arthur Pangemanan. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here