Published On: Sat, Apr 18th, 2015

Latgab PPRC di Poso Berakhir, Satu Batalyon Ditinggal

LATPUR PPRC DI POSO-Sekitar 40 Roket 70 Grad penghancur ditembakkan dari Bandara Kasiguncu kearah koordinat Gunung Biru saat kegiatan PPRC dimulakan, di Poso Pesisir, Poso, Sulawesi Tengah, Selasa (31/3). Sebanyak 3200 prajurit dari 3 matra TNI yakni AD, AU dan AL menggelar Latihan Pertempuran (latpur) Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) disekitar pegunungan Biru Tamanjeka yang disinyalir menjadi basis persembunyian kelompok sipil bersenjata yang selama ini meresahkan Poso dan sekitarnya. beritapalu.com/OLAGONDRONK

LATPUR PPRC DI POSO- Salah satu suasana pada latihan gabungan PPRC yang berakhir JUmat (17/4/2015).. beritapalu.com/OLAGONDRONK

POSO –  Jadwal latihan gabungan (Latgab) TNI oleh Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) berakhir Kamis (17/4/2015) yang ditandai dengan penarikan seluruh pasukan. Pasukan yang sejak akhir Maret lalu menyebar di Gunung Biru, Tamanjeka Poso ditarik mundur dan akan diberangkatkan pulang ke markas masing-masing di Jawa.

Meski demikian, tidak semua pasukan yang berjumlah 3.222 orang tersebut dipulangkan. Sedikitnya satu batalyon atau sekitar 562 personel dari kesatuan Linud 502 Malang tetap berada di Poso. “Mereka tetap berada di Poso untuk operasi territorial pasca latihan,” kata Panglima Divisi 2 Infanteri Kostrad Mayjend TNI Bambang Haryanto, di Makodim 1307 Poso, Jumat (17/4/2015). Operasi territorial itu sendiri akan berangsung selama enam bulan.

Ia mengaku, selama melakukan latihan perang di Poso, banyak pengakuan bahwa masyarakat merasa sangat aman dan nyaman dalam beraktifitas. Masyarakat pun meminta agar TNI tetap ada dan tinggal di Poso untuk menjaga mereka. “Itulah mengapa saya menitipkan satu Batalyon Linud untuk tetap di Poso,” ucap Bambang.

Bambang menjelaskan, selama pelaksanaan latihan, PPRC sempat menemukan sejumlah barang bukti terkait aktifitas kelompok sipil bersenjata yang diduga pimpinan Santoso Cs, seperti satu pucuk pistol organik Browing buatan Belgia, satu pucuk senjata api laras panjang rakitan, dan 48 butir amunisi caliber 9 mm.

“Kita juga berhasil menemukan kamp pelatihan militer milik kelompok teroris Santoso di lereng Gunung Biru Tamanjeka dengan luas lokasi setengah lapangan sepak bola,” ungkapnya.

Selama operasi territorial, TNI lanjutnya akan menggelar sejumlah kegiatan seperti bedah rumah tak layak huni milik warga miskin sebanyak 200 rumah, pembangunan perbaikan 13 rumah ibadah (masjid dan gereja), pasang bangun pipanisasi air bersih sepanjang 4 KM, dan sejumlah kegiatan sosial lain seperti operasi katarak, operasi bibir sumbing dan pelayanan kesehatan gratis.

“Bedah rumahnya tersebar diwilayah Poso Pesisir Bersaudara dan Poso Kota Bersaudara. Begitu juga untuk kegiatan pipanisasi air bersih. Kalau pelayanan kesehatan gratis, operasi bibir sumbing, dan operasi katarak dibuka bebas untuk semua warga masyarakat Poso,” jelas jenderal dengan bintang dua di pundak ini.

Meski demikian, Bambang menyayangkan tidak adanya bantuan Pemda Poso selama pelaksanaan latgab dan kegiatan social tersebut. (afd/*)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>