Published On: Thu, Apr 16th, 2015

Jokowi Datang, Warga Trans Bahomakmur Ancam Tutup Jalan

Direktur Jatam Sulteng, Ethal Law (kanan) bersama Sabar (tengah, salah seorang perwakilan warga transmigrasi UPT Bohomakmur, Bahodopi, Kab. Morowali saat memeberikan keterangan pers di kantor AJI Palu, Kamis (16/4). beritapalu.com/Basri Marzuki

Direktur Jatam Sulteng, Ethal Law (kanan) bersama Sabar (tengah, salah seorang perwakilan warga transmigrasi UPT Bohomakmur, Bahodopi, Kab. Morowali saat memeberikan keterangan pers di kantor AJI Palu, Kamis (16/4). beritapalu.com/Basri Marzuki

PALU – Sejumlah warga transmigrasi UPT Bahomakmur, Bahodopi, Morowali mengancam akan menutup jalan houling (jalan yang menghubungkan antara pusat pengerukan dengan penumpukan material) milik PT. Bintang Delapan Mineral (BDM) tepat pada saat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) datang untuk meresmikan smelter perusahaan tersebut yang dijadwalkan pada 24 April mendatang.

Ancaman itu dikemukanan Direktur Jaringan Tambang (Jatam) Sulteng, Ethal Law saat mendampingi sejumlah warga trans Bahomakmur dalam rangka mengekspose permasalahan yang dihadapi warga di kawasan tersebut. “Kami baru saja mendapatkan info dari warga di sana (Bahodopi) bahwa mereka akan memblokir jalan jika tuntutan mereka tidak dipenuhi,” ujar Ethal.

Ethal mengatakan, tuntutan itu ada dua, yakni PT. Bintang Delapan Mineral memberi kompensasi kepada warga atas kerusakan sawah sebagai akibat ekstraksi tambang di wilayah tersebut. Ganti rugi itu sebesar 10 kali musim tanam. Jika ganti rugi itu tidak disetujui, maka warga katanya meminta agar jalan houling yang melintasi pemukiman warga trans tersebut dipindahkan saja.

Sebelumnya, Sabar, salah seorang perwakilan warga trans Bahomakmur mengaku, dirinya telah berdiam di wilayah itu sejak tahun 1993 lalu melalui program transmigrasi dan didatngkan dari Jawa. Ia difasilitasi dua hektar lahan, satu hektar untuk pemukiman dan satu hektarnya lagi untuk lahan usaha, yang dalam hal ini dimanfaatkan untuk usaha padi sawah.
Sabar mengaku, sejak 2010 mereka bersama warga lainnya yang berjumlah 335 KK tidak bisa lagi bersawah, karena PT. BDM masuk dan membuat jalan yang menghubungkan tempat eksploitasi ke pusat penampungan hasil ekstraksi (houling).
“Jalan yang dibuat itu melintasi pemukiman kami dan menutup sungai sehingga sawah tidak bisa teraliri air. Kalauupun ada air, airnya merah dan tidak bisa digunakan bersawah,” sebut Sabar.
Beberapa kali katanya ia tetap berusaha, tapi hasilnya selalu gagal panen akibat air yang masuk terkontaminasi dengan cairan kerukan tambang. Tak hanya itu, akibat tertutupnya sungai karena jalan tersebut, terjadi banjir besar dan merusakkan lahan-lahan sawah mereka.
Di blok mereka berdiam, terdapat sedikitnya 1.100 jiwa dan hampir semua kepala keluarga menggangtungkan hidup dari usaha cocok tanam padi sawah. Sejak sawah-sawah tersebut tidak dapat diusahakan lagi, mereka banting setir menjadi pencari damar di hutan. Namun hasilnya menurut mereka jauh lebih rendah dibanding dengan bercocok tanam di sawah.
Tak sekadar dampak itu, lalu lintas truk pengangkut material kerukan sangat menggangu karena menimbulkan kebisingan dan menerbangkan debu. “Kami punya data penderita penyakit infeksi saluran pernafasan (ISPA) yang terus meningkat”, imbuhnya.
Beberapa waktu lalu ungkapnya, warga bersama Pemkab Morowali sempat melakukan mediasi atas permasalahan tersbut dan bahkan dalam pertemuan itu disepakati dibentuknya tim. Tim itu sudah bekerja dan menghasilkan beberapa rekomendasi seperti perlunya mempertahankan sawah milik warga, pengurangan dampak kebisingan dan langkah-langkah menanggulangi makin tingginya penderita ISPA.
Tapi kesemua rekomendasi itu tidak dijalankan, bahkan perusahaan katanya membuat tim tandingan untuk menggugurkan hasil kerja yang dibuat oleh Pemkab tadi.
“Karena itu kami datang ke sini untuk mengadukan nasib kami. Siapa tahu di tingkat yang lebih tinggi di provinsi, masalah kami dapat teratasi,” tandas Sabar. (afd)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>