Anggota DPR RI Serbu Batu Akik di Expo Sulteng

0
108

Sejumlah pecinta batu memilih-milih batu akik yang dipamerkan dan dijual di Ekspo Batu Akik Nusantara di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (15/4).PALU – Sejumlah anggota DPR RI menyerbu pasar batu akik yang digelar di arena Expo Sulteng 2015 di lapangan Vatulemo, Palu, Rabu (15/4/2015). Serbuan itu dilakukan usai mengunjungi melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Woodward.

Para pedagang batu akik yang memiliki stand di pameran itu sontak saja kaget dan tentu saja gembira karena sejumlah anggota dewan itu langsung memilah-milah batu akik yang dipajang, terutama batu yang belum jadi atau mentah atau istilahnya ‘bongkahan’.

Transaksi pun tak dapat dielakkan. Sejumlah anggota dewan yang didampingi sejumlah petinggi salah satu perusahaan asuransi milik negara dari Jakarta itu langsung menyeruduk dan memegang masing-masing pilihannya seraya saling menawar dengan pedagang.

“Ini batu khas Palu yah..?” tanya salah seorang anggota dewan tersebut. “Iya pak, ini namanya batu Lidah Buaya, ini sangat khas Palu,” jawab pedagang.

Tanpa banyak ba-bi-bu lagi, pembeli ‘pendatang’ itu langsung merogoh koceknya dan menyerahkan uang puluhan ribu kepada pedagang.

Di sisi lainnya, sejumlah anggota dewan lainnya juga sedang asyik saling tawar menawar dengan pedagang. Bahkan tamu yang satu ini memborong hingga lima jenis batu akik bongkahan. “Pak, turunin dikit dong harganya, kan masih bongkahan, ntar saya olah sendiri di Jakarta,” bujuknya kepada pedagang.

Namun pedagang itu tetap bertahan dengan harga Rp.75.000 per bongkahan yang kalau dibuat cincin kira-kira dapat dibuat menjadi empat cincin berukuran sedang.

Sejumlah anggota dewan itu rupanya pecinta batu akik juga, seloroh salah seorang warga yang memerhatikan keseriusan para anggota dewandi pasarbatu akik tersebut.

Anggota dewan lainnya tampak serius menyenter batu akik berwarna biru bening. Sesekali ia bertanya kepada pedagang ikhwal batu yang dipegangnya. Ujung-ujungnya pada pertanyaan: “berapa harganya ini mas..?”

Hampir semua rombongan anggota dewan yang berjumlah hampir 20 orang itu bertransaksi dan puas dengan batu-batu-batu akik yang dibelinya. Mereka pun sempat berfotobareng dengan sejumlah pedagang. “Biar ada bukti bahwa batu ini benar-benar dapatnya di Palu,” kata salah seorang diantaranya usai foto bersama. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here