Amnesty International: Bahagia nama Munir jadi nama jalan di Den Haag

0
154

London – Hari ini, 14 April 2015 Jalan Munir akan diresmikan di Den Haag Belanda untuk menghormati pembela Hak Asasi Manusia Indonesia, Munir Said Thalib. Pada tahun 2004 Munir dibunuh dengan racun saat dalam perjalanan untuk studi lebih lanjut di Belanda.

Upacara pembukaan tanda jalan akan dimulai di persimpangan Jalan Munir dengan Jalan Martin Luther King di Den Haag pada jam 5 sore dan berlangsung selama sekitar setengah jam.

Walikota Den Haag, Jozias van Aartsen, sebelumnya merupakan Menteri Luar Negeri Belanda,
istri almarhum Munir, Suciwati, dan Direktur Amnesty International Belanda, Eduard Nazarski
akan mengisi upacara tersebut.

“Amnesty International berbahagia bahwa kota Den Haag memberikan penghargaan kepada Munir
dengan mengingat namanya dalam rencana tata jalan kota tersebut. Munir telah membuat upaya
luar biasa untuk memperbaiki situasi hak asasi manusia di Indonesia. Dia adalah orang yang
berani dan gigih dan kami sangat kehilangan Munir, ” kata Eduard Nazarski.

Dalam rilis,Pada 14 April, ada sebuah rapat umum di Kemanusiaan Rumah (Humanity House) di
kota Den Hague diselenggarakan oleh Amnesty International dan Kotamadya Den Haag, di mana
Ibu Suciwati Munir akan menjadi tamu utama. Pembukaan akan dipresentasikan oleh peneliti
dari Amnesty International, Papang Hidayat tentang situasi pelanggaran hak asasi manusia di
Indonesia. Prof. Dr. Gerry van Klinken akan menjadi moderator acara.

Seperti diketahui,pada 7 September 2004 Munir ditemukan tewas dalam penerbangan ke
Amsterdam. Investigasi forensik oleh otoritas Belanda membuktikan kematiannya disebabkan
oleh racun. Tiga orang telah dihukum karena terlibat dalam pembunuhan itu, tetapi sangat
meragukan bahwa mereka bertindak sendirian.

Di Indonesia, Munir dulu dan sekarang dianggap sebagai pembela HAM terkenal yang pada tahun
1998 membuat upaya penting untuk menyelidiki kasus-kasus penghilangan paksa selama bulan-
bulan terakhir rezim Suharto. Dia juga seorang tokoh kunci dalam komisi penyelidikan
pelanggaran HAM di Aceh dan Timor-Timur.(wan/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here