Stok Menipis, Bulog Sulteng Datangkan Beras Dari Luar

0
89
Beras Bulog yang diberikan kepada keluarga miskin, beberapa waktu lalu. Foto: Antara/Basri Marzuki
Beras Bulog yang diberikan kepada keluarga miskin, beberapa waktu lalu. Foto: Antara/Basri Marzuki

PALU – Persediaan beras yang dikuasai Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulteng kini hanya tersisa sekitar 4.000 ton, atau hanya cukup untuk meyanggah kebutuhan selama satu bulan. Karena itu, untuk mengamankan persediaan beras, Bulog terpaksa mendatangkan beras dari luar daerah.

Kenapa harus dari luar daerah? Kepala Bulog Sulteng, Ma’ruf mengatakan, pihaknya sulit mengadakan beras dari daerah Sulteng karena harga pembelian yang bisa dilakukan berada jauh dibawah harga penjualan di tingkat petani dan pedagang pengumpul.

Harga penjualan petani saat ini berkisar Rp8.000 per kilogram, pembelian harga pembelian Bulog sesuai dengan HPP yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp7.300 per kilogram. “Petani tentu lebih memilih menjual berasnya dengan harga yang lebih tinggi,” sebutnya.

Karena itu kata Ma’ruf, untuk menyanggah persediaan beras, pihaknya harus mengadakan dari luar daerah dan kebijakan ini biasa dilakukan Bulog ketika persediaan beras makin menipis. “Dalam waktu dekat kita akan dapat pasokan beras dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Jumlahnya sekitar 5.000 ton,” imbuhnya.

Ma’ruf menambahkan, dengan jumlah pengadaan sebanyak itu, paling tidak untuk tiga bulan ke depan, kebuituhan beras untuk Sulteng masih bisa diamankan. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here