HUT ke-51 Sulteng Diwarnai Penyegelan Sekolah

0
96
Sejumlah siswa melintas di dekat pintu ruangan kelas yang disegel oleh ahli waris pemilik tanah di SDN 1 Tatura Palu, Sulawesi Tengah, Senin (13/4/2015). Dua sekolah, SDN 1 dan SDN 2 Tatura yang bersebelahan disegel untuk yang ketiga kalinya karena belum dipenuhinya tuntutan pembayaran lahan oleh pemerintah setempat kepada ahli waris. Aksi itu menyebabkan 1.000-an siswa kedua sekolah itu terlantar dan tidak ada proses belajar mengajar. beritapalu.com/Basri Marzuki
Sejumlah siswa melintas di dekat pintu ruangan kelas yang disegel oleh ahli waris pemilik tanah di SDN 1 Tatura Palu, Sulawesi Tengah, Senin (13/4/2015). Dua sekolah, SDN 1 dan SDN 2 Tatura yang bersebelahan disegel untuk yang ketiga kalinya karena belum dipenuhinya tuntutan pembayaran lahan oleh pemerintah setempat kepada ahli waris. Aksi itu menyebabkan 1.000-an siswa kedua sekolah itu terlantar dan tidak ada proses belajar mengajar. beritapalu.com/Basri Marzuki

PALU – Kesemarakan peringatan HUT ke-51 Provinsi Sulawesi Tengah tercederai oleh aksi penyegelan sekolah. Dua sekolah, masing-masing SDN 1 dan SDN 2 Tatura Palu yang terletak di Jalan I Gusti Ngurah Rai Palu, disegel oleh ahli waris pemilik tanah dimana sekolah itu berdiri.
Aksi yang dalam catatan beritapalu.com adalah yang ketiga kalinya itu adalah buntut dari tidak direalisasikannya kesepakatan antara ahli waris dengan Pemkot Palu pada pertengahan April 2014 lalu saat kedua sekolah itu disegel untuk yang kedua kalinya.
Kesepakatan itu antara lain berbunyi secepatnya merealisasikan pembayaran atas tanah yang kini berdiri dua sekolah tersebut. Namun hingga hari ini, kesepakatan tersebut tidak kunjung direalisir.
“Bisa jadi, ini adalah puncak kekesalan ahli waris atas janji-janji Pemkot Palu terhadap ahli waris,” ujar salah seorang warga yang menyaksikan aksi penyegelan tersebut.
Akibat penyegelan sekolah tersebut, 447 siswa di SDN 1 Tatura dan 492 siswa di SDN 2 tatura terlantar. Beberapa guru terpaksa memberi pelajaran kepada para siswa di teras sekolah karena tidak bisa masuk ke dalam ruangan. Namun itu tidak berlangsung lama karena panas matahari kian menembus kulit.
“Anak-anak terpaksa dipulangkan lebih awal,” kata Kepala Sekolah SDN 2 Tatura, Hj. Mirnawati MSi di lokasi sekolah.
Bagaimana tidak dipulangkan kata Mirnawati, semua ruangan disegel dengan memasangi papan melintang di setiap pintu. Bahkan hari Senin yang biasanya sebelum kegiatan belajar mengajar dilakukan didahului dengan upacara bendera, kali ini tidak dilakukan.
“Bahan-bahan untuk perlengkapan upacara termasuk bendera semuanya ada di dalam ruangan. Kita tidak bisa ambil bahan-bahan itu karena pintunya sudah dipalang dan dipaku,” imbuh Kepala Sekolah SDN 1 Tatura, Hj. Nuraini SPd.
Meski disegel, sejumlah guru di sekolah tersebut tidak langsung meninggalkan sekolah. Beberapa diantaranya rebahan di teras sekolah.
Tidak diketahui pasti hingga kapan penyegelan itu berlangsung.
“Tadi ada rapat antara pihak ahli waris dengan Pemkot, pihak sekolah tidak dilibatkan, jadi kami tidak tahu apa hasil dari pertemuan itu,” lanjut Mirnawati lagi. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here