TNI Temukan Kamp Militer di Poso

0
128
Video latihan militer teroris di salah satu kawasan di Poso yang ditunjukkan oleh Polisi di Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Rabu (8/4/2015). Kepolisian memastikan adanya pusat pelatihan teroris di Poso yang merekrut anak di bawah umur setelah menyita handphone milik Pimpinan Militer Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Daeng koro yang ditembak mati pada kontak senjata dengan aparat di Pegunungan Sakina Jaya, Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (3/4/2015) lalu. beritapalu.com/Basri Marzuki/
Video latihan militer teroris di salah satu kawasan di Poso yang ditunjukkan oleh Polisi di Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Rabu (8/4/2015). Kepolisian memastikan adanya pusat pelatihan teroris di Poso yang merekrut anak di bawah umur setelah menyita handphone milik Pimpinan Militer Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Daeng koro yang ditembak mati pada kontak senjata dengan aparat di Pegunungan Sakina Jaya, Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (3/4/2015) lalu. beritapalu.com/Basri Marzuki/

POSO – Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang sedang melakukan latihan gabungan di Poso menemukan kamp pelatihan teroris di Gunung Biru, Tamanjeka. Penemuan itu disampaikan Komandan PPRC, Mayjend Bambang Haryanto, Sabtu (11/4/2015).

Ia mengatakan, ada lebih dari satu kamp pelatihan militer kelompok teroris Santoso yang ditemukan prajuritnya. Dari sekian banyak kamp itu, satu kamp pelatihan lokasinya lumayan luas berkisar seperdua lapangan sepak bola.

‘’Kamp yang besar itu lokasinya di lereng pintu masuk Gunung Biru, persis di atas Tamanjeka,” terang jenderal bintang dua ini. Di kamp tersebut dijumpai sejumlah alat dan fasilitas pendukung seperti palang rintang kayu dan lubang tanah. “Bentuknya mirip dengan tempat latihan militer,” ujar Bambang.

Ditemukan pula senjata api rakitan kaliber 5,56 mm dan sisa makanan jenis supermi yang keduanya masuk dalam di wilayah Pantangolemba, Poso Pesisir Selatan. Melihat dari jejak yang ditemukan, Bambang menduga kamp itu belum lama ditinggalkan.

Ia memperkirakan, Santoso dan anak buahnya bergeser ke wilayah hutan lain. “Setidaknya mereka bergeser selama PPRC TNI melaksanakan latihan perang di sini (Gunung Biru),” imbuhnya.

Jenderal asal Klaten, Jawa Tengah ini menegaskan, pihaknya akan bertindak tegas andai saja tim PPRC yang dipimpinnnya bertemu dengan kelompok teroris pimpinan Santoso itu.

Sementara itu, Latihan perang PPRC TNI di Gunung Biru Poso itu telah memasuki hari ke-11. Latihan itu jadwalkan akan berlangsung hingga 17 April mendatang. ‘’PPRC hanya berlatih perang. Apa yang kita temukan harus akan kita serahkan ke pihak yang menangani wilayah untuk ditindak-lanjuti. Sebab yang memiliki wewenang untuk menindak-lanjuti dan menangani temuan itu adalah (kesatuan) yang berada di wilayah itu, bukan kita,” tandasnya. (afd/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here